Rintisan Wisata Edukasi Berbasis TLC, di Sagara Munjul Sukamenak Darmaraja

Kaulinan Barudak Urang Lembur

Jika ditinjau dari berbagai aspek, memainkan permainan tradisional seperti benteng, congklak, gobak sodor, dan permainan-permainan lain memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Permainan-permainan tersebut mengajarkan karakter-karakter positif seperti kerja sama, bertanggung jawab terhadap apa yang kita pilih, budaya antre, sportivitas, dan banyak lagi. Selain itu memainkannya juga menyehatkan raga, karena banyak permainan tradisional yang memaksa pemainnya untuk bergerak, melompat, ataupun berlari.

Permainan tradisional adalah jenis olah permainan rakyat yang merupakan warisan kebudayaan nenek moyang bangsa Indonesia yang tumbuh dan berkembang dalam suatu komunitas masyarakat tertentu, diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Salah satu bentuk manfaat dari permainan tradisional yaitu untuk penanaman nilai-nilai karakter.

Nilai karakter adalah suatu konsep dasar yang diterapkan ke dalam pemikiran seseorang untuk menjadikan aspek jasmani, rohani maupun budi pekerti agar lebih berarti dari sebelumnya dan mengurangi krisis moral. Karakter yang diharapkan meliputi 1) cinta Tuhan beserta alam semesta beserta isinya; 2) tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian; 3) kejujuran; 4) hormat dan santun; 5) kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama; 6) percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah; 7) keadilan dan kepemimpinan; 8) baik dan rendah hati; 9) toleransi, cinta damai, dan persatuan.

Pendidikan karakter tingkat dasar haruslah menitikberatkan kepada sikap maupun keterampilan. Dengan pendidikan dasar inilah seseorang diharapkan akan menjadi pribadi yang baik hingga ke tahapan berikutnya. Pendidikan dasar berawal dari anak usia dini, ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun (0-6 tahun) yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani yang optimal.