Reses DPRD Sumedang, Dede Mulyadi Serap Aspirasi Warga Tanjungsari

reses DPRD Sumedang

SUMEDANG, 15 Maret 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Partai Demokrat, Dede Mulyadi, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II di kediamannya di Dusun Cibogo, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Minggu, 15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi warga secara langsung.

Pertemuan tersebut dihadiri puluhan warga yang datang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan terkait pembangunan di wilayah mereka. Selain menjadi forum penyerapan aspirasi, kegiatan reses juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara anggota dewan dan masyarakat.

Meski hujan sempat mengguyur wilayah Tanjungsari, warga tetap hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi dialog bersama anggota legislatif.

Acara reses tersebut juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh seorang ustaz yang diundang khusus. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara Dede Mulyadi dan masyarakat yang hadir.

Forum Dialog Aspirasi Masyarakat

Dede Mulyadi mengatakan bahwa kegiatan reses merupakan agenda penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, para wakil rakyat dapat mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Kegiatan reses ini adalah salah satu kegiatan di luar masa persidangan yang harus kami jalani guna menyerap apa saja yang menjadi aspirasi masyarakat,” kata Adi dalam keterangannya.

Dalam forum dialog tersebut, warga menyampaikan beragam aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan di wilayah Tanjungsari dan sekitarnya. Beberapa isu yang muncul antara lain berkaitan dengan sektor peternakan serta kondisi jaringan irigasi yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

“Banyak aspirasi yang disampaikan warga mulai dari terkait peternakan sampai irigasi, dan ini semoga bisa kita wujudkan pada tahun 2026,” ujarnya.

Menurut Dede Mulyadi, aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan reses DPRD Sumedang akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan program pembangunan daerah.

Soroti Persoalan Pokok Pikiran Anggota Dewan

Selain menampung aspirasi masyarakat, Dede Mulyadi juga menyoroti persoalan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD yang menurutnya belum berjalan sebagaimana mestinya dalam beberapa tahun terakhir.

Pokir merupakan salah satu instrumen bagi anggota dewan untuk mengusulkan program pembangunan berdasarkan aspirasi masyarakat yang diserap melalui kegiatan reses.

“Untuk pokok pikiran atau pokir ini hampir beberapa tahun terakhir kami tidak memilikinya, padahal itu sudah diamanatkan dalam undang-undang. Hampir tujuh tahun ini tidak berdampak apa-apa karena tidak adanya pokir,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Pokir seharusnya menjadi salah satu mekanisme penting dalam mendorong realisasi program pembangunan yang berasal dari aspirasi masyarakat.

Prioritas Pembangunan Infrastruktur

Dalam kesempatan tersebut, Dede Mulyadi juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang menjadi prioritas perjuangannya di DPRD. Salah satunya adalah peningkatan akses infrastruktur jalan di wilayah Tanjungsari.

Ia menyebut pembangunan jalan dari Desa Ciletil menuju Sadang menjadi salah satu fokus utama yang sedang diperjuangkan.

“Untuk infrastruktur kami memprioritaskan jalan Desa Ciletil Sadang. Selain itu kami juga sedang memperjuangkan akses menuju pacuan kuda yang tadinya tiga meter menjadi enam meter lebarnya,” kata Dede Mulyadi.

Upaya pelebaran jalan tersebut dinilai penting untuk mendukung aksesibilitas kawasan sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Dede Mulyadi, proses pelebaran jalan menuju kawasan pacuan kuda di Tanjungsari dilakukan secara bertahap. Ia juga menjalin kerja sama dengan pihak pengembang perumahan di sekitar kawasan tersebut.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Dede Mulyadi berharap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses DPRD Sumedang dapat menjadi bahan perjuangan di parlemen.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong agar berbagai kebutuhan pembangunan yang disampaikan warga dapat segera direalisasikan dalam program pembangunan daerah.