SUMEDANG, 23 Februari 2026 – Polres Sumedang bersama Kodim 0610/Sumedang menggelar apel penanganan bencana di halaman Kantor Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Senin pagi, 23 Februari 2026. Apel ini menjadi bagian dari langkah kesiapsiagaan pasca longsor yang terjadi di Dusun Cisoka RT 004 RW 002.
Kegiatan dimulai pukul 08.20 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika serta Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto. Sejumlah unsur hadir dalam apel tersebut, antara lain personel TNI-Polri, Forkopimcam Sumedang Selatan, perangkat Desa Citengah, serta relawan Fly For Humanity.
Apel berlangsung singkat, sekitar 15 menit, namun memuat penekanan strategis terkait koordinasi lapangan dan keselamatan personel. Situasi terpantau aman dan tertib hingga kegiatan berakhir pukul 08.35 WIB.
Fokus Antisipasi Longsor Susulan
Penanganan longsor di Desa Citengah menjadi prioritas mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih mungkin terjadi. Kondisi geografis wilayah perbukitan serta intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko lanjutan.
Dalam arahannya, pimpinan apel meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan selama bertugas. Mereka juga diminta menjaga keamanan diri dan rekan satu tim, serta memastikan setiap langkah sesuai komando di lapangan.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan:
“Apel ini merupakan bentuk kesiapan dan soliditas TNI-Polri bersama unsur terkait dalam penanganan pasca longsor di Desa Citengah. Kami tekankan kepada seluruh personel untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan serta mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan. Sinergitas dan koordinasi menjadi kunci agar penanganan berjalan aman, tertib, dan efektif.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya menitikberatkan pada percepatan kerja, tetapi juga pada mitigasi risiko bagi petugas dan warga.
Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto turut mengingatkan pentingnya disiplin serta kepatuhan terhadap instruksi komando. Menurut dia, prosedur yang dijalankan secara konsisten dapat meminimalkan potensi kecelakaan kerja di area terdampak.
Kolaborasi Lintas Sektor
Apel penanganan longsor ini mencerminkan sinergi lintas sektor di tingkat kabupaten. TNI-Polri berperan dalam pengamanan dan dukungan logistik, sementara pemerintah desa dan kecamatan memastikan koordinasi dengan warga terdampak berjalan efektif.
Kehadiran relawan Fly For Humanity menambah kekuatan dalam aspek teknis. Seusai apel, relawan memaparkan langkah-langkah operasional di lokasi longsor, termasuk pembagian tugas, teknik pembersihan material, serta sistem komunikasi di lapangan.
Kolaborasi tersebut menjadi krusial karena proses korve dan pembersihan material longsor membutuhkan koordinasi rapi. Setiap personel harus memahami titik rawan dan jalur evakuasi darurat jika terjadi pergerakan tanah susulan.
Di sisi lain, aparat juga mengedukasi masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati area berbahaya tanpa pendampingan petugas. Pendekatan ini diharapkan mengurangi potensi korban tambahan.
Upaya Memulihkan Rasa Aman
Penanganan longsor di Desa Citengah tidak hanya berfokus pada pembersihan material, tetapi juga pada pemulihan rasa aman warga. Kehadiran aparat dalam jumlah cukup memberi sinyal bahwa negara hadir dalam situasi darurat.
Langkah cepat Polres Sumedang dan Kodim 0610/Sumedang menunjukkan respons terkoordinasi terhadap bencana alam di wilayahnya. Apel menjadi instrumen konsolidasi awal sebelum personel bergerak ke titik terdampak.
Dengan kesiapsiagaan yang terukur, proses penanganan diharapkan berjalan efektif dan minim risiko. Aparat menargetkan seluruh tahapan, mulai dari pengamanan lokasi hingga dukungan teknis, dapat dilaksanakan secara sistematis.
Apel penanganan longsor di Desa Citengah menegaskan komitmen Polres Sumedang dan jajaran TNI dalam menghadapi situasi darurat. Sinergi, disiplin, dan koordinasi menjadi kunci agar penanganan bencana berlangsung aman serta memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat terdampak.

