SKPD  

60 Peserta Ikuti Pelatihan Kerja BLK Sumedang

pelatihan kerja BLK Sumedang

SUMEDANG, 24 Februari 2026 – Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan kerja berbasis unit kompetensi yang digelar UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang. Program pelatihan kerja BLK Sumedang 2026 ini berlangsung selama 14 hari dengan dua bidang keterampilan, yakni menjahit dan membuat kue.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, Selasa, 24 Februari 2026. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi angkatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.

“Pelatihan ini salah satu upaya untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Sumedang dan alhamdulillah sudah akan diserap oleh dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya saat membuka kegiatan pelatihan berbasis unit kompetensi, Selasa (24/2/2026).

Berbasis Kebutuhan Industri

Pelatihan kerja BLK Sumedang disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan mitra Disnakertrans. Kurikulum dan materi praktik diselaraskan dengan standar kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri.

Dengan pendekatan tersebut, peluang penyerapan tenaga kerja dinilai semakin terbuka. Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Dengan pelatihan seperti ini kita bisa menyerap tenaga kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri. Jenis pelatihan kerja yang diberikan juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra kami,” katanya.

Program ini juga memberi ruang bagi peserta untuk meniti peluang kerja mandiri, terutama pada bidang menjahit dan tata boga yang memiliki pasar luas di sektor UMKM maupun industri rumahan.

Penguatan Karakter dan Daya Saing

Sekda Tuti menegaskan bahwa pengembangan kompetensi tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Upaya ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia berpesan kepada peserta agar memegang dua aspek penting saat memasuki dunia kerja. Pertama, akhlak moral seperti integritas dan kedisiplinan. Kedua, akhlak kinerja yang mencakup keterampilan dan kompetensi.

“Skill dan kompetensi akan meningkatkan peluang untuk bersaing di dunia kerja. Selain itu, critical thinking juga penting agar pekerja mampu mengambil keputusan yang tepat saat bekerja,” katanya.

Penekanan pada karakter dan kemampuan berpikir kritis menjadi bagian dari upaya membentuk tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri.

Komitmen Tekan Pengangguran

Pelatihan kerja BLK Sumedang 2026 mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat daya saing angkatan kerja lokal.

Melalui pelatihan berbasis unit kompetensi, peserta diharapkan siap memasuki dunia kerja dengan bekal kemampuan yang terukur. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan serapan tenaga kerja sekaligus pertumbuhan produktivitas.

Dengan keterampilan menjahit dan membuat kue yang terstandar, 60 peserta pelatihan diharapkan mampu mengakses peluang kerja di sektor formal maupun informal. Program ini menjadi salah satu instrumen strategis Disnakertrans Sumedang dalam membangun tenaga kerja yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing.