Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Sumedang Fokus Pertumbuhan Berkualitas dan Inklusif

Musrenbang RKPD 2027

SUMEDANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat kabupaten dalam rangka penyempurnaan RKPD Tahun 2027. Forum tersebut menjadi tahapan strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fokus prioritas pembangunan tahun mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati M. Fajar Aldila bersama unsur Forkopimda, perangkat daerah, para camat, akademisi, dunia usaha, serta perwakilan masyarakat. Musrenbang dilaksanakan di Aula Tampomas Setda, Selasa (7/4/2026).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Musrenbang RKPD Tahun 2027 harus difokuskan pada peningkatan kualitas pertumbuhan pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik, capaian indikator makro Kabupaten Sumedang tahun 2025 menunjukkan tren positif dan menempatkan Sumedang pada peringkat ketiga di Jawa Barat.

“IPM kita tahun 2025 yaitu 75,50, perubahan dari tahun 2024 ke 2025 naik menjadi 0,93. Dari posisi IPM ini, yang menunjukkan maju dan sejahteranya sebuah daerah dari indikator pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan daya beli, maka Kabupaten Sumedang berada pada posisi ranking tiga di Jawa Barat dibandingkan kabupaten lainnya,” ujarnya.

Selain itu, angka kemiskinan Kabupaten Sumedang juga mengalami penurunan menjadi 8,81 persen atau turun 0,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bupati menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus diarahkan pada pengurangan kemiskinan multidimensi.

“Kami masih harus terus melakukan insight dan arah perbaikan, yakni fokus pada miskin multidimensi dengan konvergensi program graduasi seperti bansos, pendampingan dan akses kerja,” kata Bupati.

Ia juga menyampaikan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 6,08 persen. Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan kebijakan yang mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja.

“Penurunan 6 persen ini cukup bagus karena berada di bawah angka nasional dan provinsi. Arah perbaikannya pada kualitas kerja, partisipasi angkatan kerja, dan pemberdayaan pengangguran terdidik usia muda,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa indikator pemerataan ekonomi juga menunjukkan tren positif dengan rasio gini sebesar 0,377. Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,48 persen, sementara PDRB per kapita meningkat menjadi Rp42,65 juta atau naik Rp2,95 juta.

“Arah perbaikan rasio gini adalah kebijakan harus berfokus pada pemerataan kesempatan ekonomi dan distribusi antar desil khususnya bottom 40. Sedangkan arah perbaikan pertumbuhan ekonomi, fondasi struktural perlu diperkuat seperti produktivitas sektor unggulan, hilirisasi, dan mitigasi risiko iklim pertanian. Kemudian arah perbaikan PDRB adalah fokus pada produktivitas sektor unggulan dan inklusivitas pertumbuhan,” terangnya.

Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Sumedang tahun 2027 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Produktivitas Sektor Ekonomi”. Tema tersebut menandai pergeseran dari pertumbuhan tinggi menuju pertumbuhan yang berkualitas dan inklusif.

“Apapun yang ada di pikiran kita harus mengarah pada pencapaian tema. Bagaimana menangkap peluang program strategis nasional dan akselerasi potensi ekonomi daerah. Manfaatkan peluang nasional, kolaborasikan dengan potensi daerah sehingga menghasilkan kesejahteraan masyarakat Sumedang,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah daerah harus meningkatkan upaya secara lebih optimal.

“Harus extra effort yang lebih tinggi, karena kalau kita menggunakan pendekatan sistem, hasil kerja adalah interaksi keterkaitan fungsional antara elemen-elemen yang ada,” ungkapnya.

Di akhir arahannya, Bupati menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pembangunan di era Society 5.0.

“Di era 5.0 saat ini, peran pemerintah hanyalah fasilitator dan rakyat adalah co-creator. Kita harus menjadi fasilitator yang baik, dan yang berkreasi serta kreatif adalah publik atau masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Musrenbang RKPD 2027 tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang berharap rumusan program pembangunan yang dihasilkan dapat lebih fokus, terukur, dan selaras dengan tema pembangunan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut turut dilasanakan Penghargaan Perencanaan Perangkat Daerah (PPPD) Award. Penghargaan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas perencanaam pembangunan pada perangkat daerah.

Adapun pemenang PPPD Award kategori dinas/badan, Juara I Badan Keuangan dan Aset Daerah (92,50), juara II Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (90,00). Juara III Badan Pendapatan Daerah (88,15).

Sedangkan untuk kategori kecamatan, Juara I Kecamatan Tomo (100,00). Juara II Kecamatan Buahdua (96,25). Juara III Kecamatan Paseh (94,41).