Longsor Sumedang Selatan Timbun Dua Rumah, Satu Warga Masih Dicari

SUMEDANG, 8 April 2026 — Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Ciranggon, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 18.10 WIB. Peristiwa ini menyebabkan dua rumah warga tertimbun material tanah dan satu orang dilaporkan masih dalam pencarian.

Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Pepen Supendi (63) dan Dudi (40). Dalam kejadian tersebut, Pepen Supendi dilaporkan masih tertimbun dan belum berhasil dievakuasi hingga saat ini.

Selain korban yang masih tertimbun, beberapa warga mengalami luka ringan. Mereka antara lain Apong Suryani (56), Eha (37), serta anak-anak Nizam (14) dan Nazia (3). Setelah mendapatkan perawatan medis, mereka telah diperbolehkan kembali ke rumah. Sementara itu, Jeny (22) dan balita Quen (2) dilaporkan selamat tanpa luka.

Evakuasi Menunggu Asesmen

Proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi tanah yang masih labil. Tim gabungan masih menunggu hasil asesmen dari Basarnas untuk memastikan keamanan lokasi.

Rencananya, evakuasi akan dilaksanakan pada Kamis (9/4/2026) dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta relawan.

Kapolres Sumedang, Sandityo Mahardika melalui Wakapolres Sungkowo menyampaikan bahwa langkah awal penanganan telah dilakukan segera setelah kejadian.

“Kami telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Basarnas. Saat ini kami masih menunggu hasil asesmen guna memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secara aman dan efektif,” ujarnya.

Dampak dan Kerugian

Selain merusak rumah warga, longsor juga menimbun kandang kambing milik korban. Dari total 10 ekor ternak, sembilan di antaranya tertimbun material tanah, sementara satu ekor berhasil selamat.

Peristiwa ini menambah daftar dampak kerugian akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumedang dalam beberapa hari terakhir.

Imbauan Kewaspadaan

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. Curah hujan yang masih tinggi dinilai berpotensi memperburuk kondisi tanah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan yang cukup tinggi,” tambahnya.

Saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih bersiaga di lokasi untuk membantu warga terdampak dan menjaga situasi tetap aman.

Peristiwa longsor Sumedang Selatan ini menjadi pengingat penting akan risiko bencana di wilayah rawan. Upaya penanganan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban maupun petugas di lapangan.