Kabupaten Sumedang kembali bikin bangga! Mereka sukses membawa pulang TPAKD Award 2025 sebagai TPAKD Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah Jawa-Bali. Gak tanggung-tanggung, Sumedang jadi satu-satunya kabupaten di Jawa dan Bali yang dapet penghargaan ini. Ini semua berkat konsistensi, inovasi, dan komitmen Pemda dalam mempercepat inklusi dan literasi keuangan buat masyarakat.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bareng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Rakornas TPAKD 2025, Balai Kartini, Jakarta. Acaranya rame banget, dihadiri lebih dari 1.000 peserta, termasuk pejabat OJK, kementerian/lembaga, gubernur, bupati, wali kota, dan pelaku industri jasa keuangan dari seluruh Indonesia.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, ngucapin rasa syukur dan terima kasihnya. Dia bilang, pencapaian ini hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak di TPAKD Sumedang.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya mengucapkan terima kasih kepada tim TPAKD, OJK Tasikmalaya, Bank BJB Cabang Sumedang, Bank Sumedang, Ketua dan Sekretaris TPAKD atas kerja kerasnya hingga meraih penghargaan ini,” kata Bupati Dony.
Menurutnya, penghargaan ini jadi motivasi buat terus ngebutin inklusi keuangan dan bantu UMKM biar gampang dapet modal. TPAKD ini emang penting banget buat mempercepat kesejahteraan masyarakat lewat pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Tujuan bernegara adalah menyejahterakan masyarakat. Untuk mencapai kesejahteraan dibutuhkan pertumbuhan ekonomi, dan untuk menciptakan pertumbuhan itu akses ke sistem keuangan harus mudah, cepat, dan merata,” jelasnya.
Salah satu program andalan yang bikin Sumedang menang adalah Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Ini program pinjaman dengan bunga super rendah, cuma 3% per tahun! Kok bisa? Karena Pemda ngasih subsidi bunga 9%, jadi UMKM gak perlu lagi pusing sama rentenir dan bisa dapet modal murah buat gedein usaha.
“KURDA ini adalah cerminan dari KUR nasional. Dengan subsidi bunga dari Pemda, UMKM bisa tumbuh lebih kuat, produknya berdaya saing, ekonomi bergerak, dan lapangan kerja tercipta,” tutur Dony.
Gak cuma KURDA, TPAKD Sumedang juga gencar program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan hubungin UMKM ke lembaga keuangan serta bursa modal murah. Mereka bahkan lagi nyiapin skema pembiayaan buat pelaku usaha yang ekspor produk ke Jepang dan Korea, lewat Bank Sumedang dan Bank BJB dengan fasilitas bunga subsidi.
Dengan meningkatnya akses keuangan daerah, Bupati Dony yakin Sumedang bakal terus maju jadi daerah yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
“TPAKD akan terus kami gelorakan dan kami ikhtiarkan agar seluruh masyarakat Sumedang dari desa hingga kota bisa menikmati layanan keuangan yang inklusif, mudah, dan berkelanjutan,” tutupnya. Ini bukti nyata kalau inovasi di bidang keuangan bisa bawa perubahan positif buat banyak orang.

