KORSUM.ID – Managemen Jatinangor National Park (Janspark) menyalurkan donasi berupa uang tunai Rp20 Juta untuk korban gempa bumi di Sumedang.
Uang donasi tersebut secara simbolis diterima langsung Pj Sekda Sumedang Hj. Tuti Ruswati di Posko BPBD Bencana Gempa Bumi di Alun-alun Sumedang.
Manager Operasional Janspark, Panji Akbar Ramadhani mengatakan, donasi tersebut sebagai bentuk perhatian kepada warga Sumedang yang terdampak gempa bumi. Janspark
Terlebih, lanjut Panji, Janspark sendiri berlokasi di Sumedang sehingga harus memberi manfaat kepada pemerintah dan warga setempat.
“Janspark ini berada di lokasi Sumedang, dimana tempat kita mendirikan tempat usaha. Kita merasakan betul bagaimana keprihatinan yang dirasakan oleh korban gempa bumi. Jadi kami langsung bergerak dan melaksanakan rapat, apa yang kita bisa bantu kepada korban. Dan akhirnya memutuskan untuk memberikan bantuan uang tunai senilai Rp20 juta untuk para korban.
Panji berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban korban gempa terutama mereka yang rumahnya rusak diguncang gempa bumi.
“Mudah-mudahan barokah dan yang kedua gempa bumi ini tidak lagi terjadi di Sumedang,” ujarnya.
Panji mengaku, management Janspark juga turut terlibat dalam kegiatan sosial ketika terjadi gempa bumi di Cianjur beberapa waktu lalu. Hal ini merupakan bentuk kepedulian tempat wisata ke korban bencana alam dimana pun berada.
“Ini adalah bentuk perhatian kami kepada para korban gempa bumi,” tandasnya.
Sementara itu, PJ Sekda Sumedang, Hj Tuti Ruswati mengatakan cukup berterima kasih sekali atas bantuan yang diberikan Janspark.
Sejak Pemkab Sumedang memperlakukan tanggap darurat selama 7 hari terhitung 1 sampai 7 Januari 2024, maka di sana ada beberapa konsekuensi pendanaan baik itu dari tingkat nasional, provinsi maupun dari lembaga-lembaga donasi swasta seperti dari bisnis, tempat usaha, akademisi, ormas dan beberapa lembaga donasi.
“Kami membentuk satu satuan tugas pos tanggal darurat bencana yang terdiri dari Jajaran Forkopimda sebagai pengarah, kemudian saya selaku Sekretaris Daerah sebagai komandan PIC nya dibantu oleh Wakapolres Sumedang. Kemudian bantuan ini kita dokumentasikan secara transparan dan akuntabel bisa dilihat nanti di sistem SITABAH (sistem informasi penanggulangan bencana dan musibah). Di sana ada rekapitulasi siapa saja yang memberikan bantuan kemudian dialokasikan ke mana, di distribusikan ke mana disitu bisa dilihat,” ujarnya.
Tuti menyampaikan jika Pemkab Sumedang berupaya untuk berusaha akuntabel dan transparan sehingga integritas kita bisa dipertaruhkan.
“Untuk saat ini prioritas yang dibutuhkan korban gempa terutama logistik seperti pakaian, alat perabot rumah, dan makanan serta obat obatan,” tandasnya.

