SUMEDANG, 1 JULI 2025 – Petani tembakau di Kabupaten Sumedang mendapat suntikan semangat baru melalui kegiatan Farmer Field Day Budidaya Tembakau yang digelar di kebun Universitas Winaya Mukti (UNWIM), Kecamatan Tanjungsari, pada Senin (30/6/2025. Acara ini menghadirkan kolaborasi antara Pemkab, akademisi, dan petani guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, mengungkapkan bahwa penurunan harga tembakau menjadi tantangan serius bagi petani. Pemerintah daerah berkomitmen hadir dengan kebijakan nyata untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan usaha pertanian tembakau.
Kolaborasi Strategis antara Kampus, Pemerintah, dan Petani
Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), penyuluh pertanian, serta sivitas akademika UNWIM sebagai mitra dalam edukasi dan pemberdayaan petani tembakau.
Wakil Rektor UNWIM, Eli Rismalia, menyatakan kampus membuka diri sebagai ruang belajar bersama antara akademisi dan petani. Di lahan seluas 7 hektare UNWIM akan membangun show window tembakau, sebagai pusat pendidikan dan praktik langsung budidaya tembakau unggulan.
Potensi DBHCHT dan Dukungan Infrastruktur
Fajar Aldila menyoroti potensi pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang bisa dipakai untuk pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk perbaikan jalan desa. Program tersebut diharapkan rampung hingga tahun 2027 untuk mendukung distribusi hasil panen tembakau secara lebih optimal.
Dorongan untuk Ketahanan dan Kemandirian Petani Tembakau
Petani tembakau di Sumedang diingatkan untuk terus produktif dan berinovasi meskipun harga pasar sedang mengalami fluktuasi. Kegiatan Farmer Field Day ini dicanangkan sebagai momentum untuk memperkuat jaringan, pertukaran ilmu, dan membangun ketahanan agribisnis local.
Fajar berharap sinergi antara UNWIM sebagai pusat ilmu, Pemkab sebagai pengambil kebijakan, dan petani sebagai pelaku utama, dapat berjalan berkesinambungan. Semua pihak diminta saling mendukung agar Sumedang tetap menjadi sentra tembakau unggulan nasional

