KORSUM.ID, SUMEDANG – Dua pejabat Pemerintah Kabupaten Sumedang berhasil menembus lima besar dalam ajang Apresiasi ASN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Keduanya yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, dan Inspektur Inspektorat Daerah, Dadang Sulaeman.
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati memberikan dukungan terhadap kedua perwakilan tersebut dalam Seleksi Tahap III Penghargaan PNS Berprestasi Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung melalui daring di Command Center Kabupaten Sumedang, Rabu (21/10/2026).
Bupati Dony mengatakan, keikutsertaan kedua pejabat tersebut merupakan bukti bahwa budaya inovasi yang terus dibangun di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, Setelah melalui seleksi administrasi, dokumen, dan paparan, akhirnya dua orang, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Inspektur, berhasil melaju ke tahap selanjutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang secara konsisten menyelenggarakan apresiasi ASN berprestasi setiap tahun sebagai upaya mendorong para pegawai untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta melahirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kompetisi tersebut, dijelaskan Dony, Eka Ganjar Kurniawan mengusung inovasi di bidang pendidikan melalui program sekolah ramah lingkungan.
“Inovasi ini diarahkan untuk membangun karakter anak melalui nilai-nilai Panca Waluya sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama melalui pengelolaan sampah di lingkungan sekolah,”ujarnya.
Sementara itu, Dadang Sulaeman menghadirkan inovasi berupa early warning system atau sistem peringatan dini dalam pengawasan.
” Inovasi tersebut bertujuan memperkuat upaya pencegahan penyimpangan sejak tahap awal sehingga pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan,”imbuh Dony.
Sejalan dengan Bupati Dony, Sekda menilai, kedua inovasi tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, baik melalui pembentukan karakter dan perilaku masyarakat sejak dini maupun melalui pengawasan yang berorientasi pada pencegahan.
“Pak Dadang menjaga dari hulu agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak awal, sehingga program berjalan efektif dan tepat sasaran. Sementara Pak Eka melaksanakan program pendidikan dan pembentukan karakter hingga ke unit terkecil, yaitu satuan pendidikan anak usia dini,” pungkasnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa budaya inovasi yang terus digaungkan oleh Bupati Sumedang telah tumbuh di berbagai tingkatan jabatan, mulai dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga staf.
“Ini menunjukkan bahwa budaya inovasi di Kabupaten Sumedang terus terwujud. Bapak Bupati setiap tahun mendorong penyelenggaraan ASN berprestasi agar para pegawai terus berinovasi. Alhamdulillah, tahun ini dua wakil Sumedang berhasil masuk lima besar tingkat Jawa Barat. Mudah-mudahan bisa meraih juara satu, dua, atau tiga,” katanya.
Keberhasilan dua pejabat Sumedang menembus lima besar ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh ASN untuk terus menghadirkan inovasi, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya kerja yang profesional, inovatif, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan berdampak nyata bagi masyarakat,”pungkasnya.
