Sumedang, KORSUM – Salah seorang seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Atin Permana (24) asal Dusun Cikaraha RT 03/04, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, dikabarkan menderita lumpuh setelah mengalami sakit stroke selama 8 bulan di Malaysia.
Adanya kabar tersebut, langsung ditelusuri oleh Anggota DPRD Sumedang Dr. H. Dudi Supardi, S.T M.M, yang mengaku sangat prihatin terkait informasi tersebut.
“Hasil dari penelusuran, informasinya Atin berangkat tanpa sepengetahuan ibunya, dan dibawa sponsor, dan keluarganya tidak tahu orang ataupun nomor teleponnya, yang membawa Atin” kata Dudi.
Selain itu, sambung Dudi, dari kabar yang didapat dari Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) Ujungjaya, Atin berangkat ke Malaysia pada 2019 lalu, sepulang dari Brunei Darussalam dan tidak ada kabar lagi.
Sebelumnya, saat berangkat ke Brunei Darussalam, Atin tercatat sebagai TKI legal. Namun, ketika berangkat ke Malaysia diduga sebagai TKI ilegal dan tanpa sepengetahuan pihak keluarga.
Selanjutnya, pada awal Juni 2020 ini, ada kabar dari sesama PMI di Kuala Lumpur Malaysia, dimana dikabarkan kalau Atin menderita lumpuh dan meminta ingin difasilitasi untuk pulang.
Dudi menegaskan, meski tergolong TKI ilegal, Atin mesti ditolong agar dapat kembali pulang ke Sumedang dan segera diobati. Sehingga dirinya meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang agar dapat dengan segera memfasilitasi kepulangan TKI yang saat ini sedang sakit lumpuh tersebut.
“Walaupun TKW ilegal, namun tetap dia warga Sumedang. Untuk itu Pemkab harus segera memfasilitasi pemulangannya, terlebih kondisinya dalam keadaan stroke. Selain itu, saat ini di Malaysia hanya diurus oleh teman-teman sesama TKW,” kata Dudi menegaskan.
Memprihatinkan, Keluarga Atin Hanya Tinggal di Saung Persemaian Milik Perhutani
Adapun informasi yang didapatkan dari KKBM Ujungjaya, Atin pergi ke Malaysia meninggalkan Ibu kandungnya dan anak perempuan semata wayangnya yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Ayahnya sudah meninggal, dan saat ini Atin sudah tidak mempunyai suami karena bercerai.
Selain itu, informasinya keluarga Atin, saat ini hidup dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Dimana saat ini, mereka hanya menumpang tinggal di Saung Persemaian Perhutani, karena sang ibu numpang kerja di persemaian milik Perhutani tersebut.

