Deklarasi Damai Pilkades Digital 2026, Bupati Dony: Persaudaraan dan Perdamaian di Atas Segalanya

KORSUM.ID, SUMEDANG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengajak seluruh calon kepala desa yang mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Secara Elektronik Tahun 2026 untuk menjaga persaudaraan, menjunjung sportivitas, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Deklarasi Damai Pilkades Serentak Secara Elektronik Tahun 2026 di Lapangan Belakang Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (21/10/2026).

Bupati Dony menegaskan, deklarasi damai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam seluruh tahapan pemilihan.

“Berkompetisi boleh, tetapi persaudaraan, perdamaian, dan keamanan di atas segalanya. Ini warisan Sumedang yang harus kita jaga bersama, agar setiap perhelatan pemilihan berlangsung aman, damai, lancar, dan sukses,” tegasnya.

Menurut Dony, para calon kepala desa merupakan putra-putri terbaik yang telah menunjukkan kesediaan untuk mengabdikan diri, melayani masyarakat, serta membangun desa masing-masing.

Baca Juga  DPRD Sumedang Mulai Bahas APBD 2027, Anggaran Daerah Masuk Tahap Pembahasan

Ia pun mengingatkan agar seluruh calon menjadikan proses pencalonan sebagai bagian dari ibadah, dengan mengedepankan cara-cara yang sehat, mematuhi peraturan perundang-undangan, serta menghormati hak masyarakat dalam menentukan pemimpin.

“Semua sudah berusaha maksimal. Kalau sudah berusaha, tinggal bertawakal. Siap menang harus, tetapi juga harus siap kalah. Yang menang jangan sombong, rangkul semuanya. Yang belum mendapat amanah jangan putus asa, mari bersama-sama membangun desa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dony juga menjelaskan bahwa penggunaan sistem elektronik dalam Pilkades Serentak 2026 menjadi langkah penting dalam pengembangan demokrasi digital di Kabupaten Sumedang.

Ia menyebutkan, terdapat 293 calon kepala desa yang akan berkompetisi dalam penyelenggaraan Pilkades tahun ini. Pelaksanaan secara elektronik di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) menjadi salah satu upaya untuk mendorong proses pemilihan yang lebih modern, tertib, dan akuntabel.

Baca Juga  Berbagi Kebahagiaan, Ketua DPRD Sumedang Buka Puasa Bersama Ribuan Santri Al-Hikamussalafiyah

Ia menyampaikan, kesiapan Sumedang didukung oleh pengalaman penerapan E-Office Desa sejak 2021, pelaksanaan bimbingan teknis bagi operator dan panitia, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara pemilihan secara elektronik.

Pemerintah daerah juga menyiapkan 92 perangkat komputer dari Dinas Komunikasi dan Informatika untuk membantu penanganan kendala teknis di desa-desa. Selain itu, pengawasan dan pengamanan akan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

Ia menegaskan bahwa penerapan teknologi tidak boleh mengurangi prinsip demokrasi. Pelaksanaan Pilkades harus tetap menjunjung asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, disertai pengawasan serta mekanisme audit yang memadai.

Baca Juga  Polsek Tanjungkerta Melaksanakan Patroli Blue Light malam hari untuk Cegah Terjadinya Tindak Kejahatan

Bupati berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif hingga seluruh tahapan Pilkades selesai. Menurutnya, keberhasilan pemilihan tidak hanya ditentukan oleh proses pemungutan suara, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak menjaga persatuan setelah hasil ditetapkan.

Ia juga berharap pelaksanaan Pilkades elektronik di seluruh TPS dapat menjadi pengalaman bagi daerah lain yang ingin mengembangkan sistem demokrasi berbasis digital.

“Kalau kita sukses menyelenggarakan Pilkades serentak secara digital ini, mudah-mudahan daerah lain datang ke Sumedang untuk belajar. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga demokrasi tetap damai dan menyatukan energi untuk membangun desa,” katanya.