SUMEDANG, 6 Maret 2026 – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menutup kegiatan Bhakti Karya Praja (BKP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan XXXIII di Kabupaten Sumedang. Penutupan kegiatan berlangsung di Aula Tampomas, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi para Praja IPDN untuk memahami praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Pembelajaran Langsung di Tengah Masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Dony menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang menerapkan prinsip “Good Data, Good Decision and Good Result” sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, selama satu bulan para Praja IPDN telah menjalankan berbagai kegiatan di tengah masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan.
“Selama satu bulan adik-adik Praja telah berada di tengah masyarakat, belajar langsung dan mengimplementasikan nilai-nilai keilmuan yang dimiliki,” ujar Dony.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi para Praja dalam perjalanan pengabdian mereka sebagai calon aparatur pemerintahan.
“Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang berharga dan bagian dari perjalanan pengabdian. Di sini adik-adik telah menorehkan sejarah sebuah pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pentingnya Memahami Persoalan Daerah
Bupati Dony juga menekankan pentingnya kepekaan para Praja terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah. Ia mengingatkan bahwa setiap aparatur pemerintahan harus mampu memahami kondisi riil di lapangan.
“Salah satunya yang dilakukan di Sumedang. Kita harus melihat apa saja persoalan yang ada di daerah, sehingga kalian mengetahui progres pembangunan yang sedang berjalan. Dengan begitu kalian bisa memahami, lebih aware dan mampu memberikan masukan yang konstruktif bagi daerah,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan bagi calon aparatur negara.
Pengabdian Praja di 27 Desa dan Kelurahan
Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi menjelaskan bahwa Bhakti Karya Praja merupakan bentuk pengabdian langsung Praja kepada masyarakat melalui praktik pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Karya Praja IPDN Angkatan XXXIII di Kabupaten Sumedang dilaksanakan selama satu bulan, yakni dari 6 Februari hingga 6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan 487 Praja yang terdiri dari 476 Praja Putri dan 11 Praja Putra.
Para Praja ditempatkan di sejumlah wilayah sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat.
“Para Praja ditempatkan di 23 desa dan 4 kelurahan, yang tersebar di Kecamatan Sumedang Selatan sebanyak 10 desa serta Kecamatan Cimalaka sebanyak 13 desa, dan 4 kelurahan sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat,”ujarnya.
Melalui penempatan tersebut, para Praja memperoleh kesempatan untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus mempraktikkan berbagai konsep pemerintahan yang telah dipelajari.
Apresiasi untuk Pemerintah Kabupaten Sumedang
Rektor IPDN juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah memberikan kesempatan kepada para Praja untuk belajar secara langsung di tengah masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah memberikan kesempatan kepada para Praja untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Pengalaman ini sangat berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kemampuan Praja dalam memahami persoalan di Kabupaten Sumedang,”pungkasnya.
Melalui kegiatan Bhakti Karya Praja tersebut, para Praja IPDN diharapkan mampu memperoleh pengalaman praktis dalam memahami dinamika pemerintahan daerah serta kebutuhan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan di masa mendatang.

