SUMEDANG, 9 maret 2026 – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Sumedang diarahkan menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah menilai program tersebut tidak hanya sebatas memperbaiki kondisi rumah warga, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan secara terpadu.
Hal itu disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Sumedang di Sapphire City Park, Selasa (9/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dony menegaskan bahwa bantuan BSPS yang diterima Kabupaten Sumedang diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Sumedang mendapat BSPS rehab rutilahu sebanyak 500 unit. Saya ingin jadi instrumen kesejahteraan masyarakat. Mengentaskan kemiskinan secara terpadu jadi yang mendapat bantuan BSPS desil satu sampai empat kemiskinan menurut data send,” kata Bupati Dony Ahmad Munir.
Bantuan Diprioritaskan untuk Warga Miskin
Bupati Dony menjelaskan bahwa penerima bantuan BSPS akan dipastikan berasal dari kelompok masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial pada kategori kemiskinan desil satu hingga empat.
Dengan demikian, bantuan rutilahu di Sumedang dapat benar-benar menyasar kelompok warga yang paling membutuhkan.
Ia menekankan bahwa program tersebut juga akan diintegrasikan dengan berbagai bentuk perlindungan sosial lainnya.
“Dipastikan mempunyai BPJS kesehatan dan ketenaga kerjaan. Mereka harus dibantu kreditnya dari Kurda yang bunganya hanya 3 persen per tahun,” kata Dony.
Pendekatan tersebut dirancang agar bantuan perumahan tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan program sosial dan ekonomi lainnya.
Program Terpadu: Rumah Layak dan Kesempatan Kerja
Pemerintah Kabupaten Sumedang juga merancang skema lanjutan bagi masyarakat penerima BSPS. Selain memperoleh bantuan perbaikan rumah, mereka juga direncanakan mendapat dukungan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Daerah (Kurda).
Menurut Dony, langkah ini bertujuan membuka peluang usaha bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan juga akan memperoleh pelatihan keterampilan kerja.
“Warga masyarakat yang mendapat BSPS rencananya diberikan Kurda. Juga akan dilatih agar bisa usaha dan disalurkan masuk ke industri melalui balai pelatihan kerja. Jadi konprehensif terpadu, rumahnya beres dan mempunyai pekerjaan dan perlindungan kesehatannya ada,” jelasnya.
Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembangunan sosial yang lebih menyeluruh. Pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa perbaikan kondisi hunian berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Dengan adanya pelatihan kerja serta akses pembiayaan usaha, masyarakat penerima bantuan diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Peran Organisasi Masyarakat dalam Pembangunan
Dalam acara tersebut, Bupati Dony juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi kemasyarakatan yang selama ini aktif memberikan dukungan terhadap pembangunan daerah.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Muda Siliwangi (AMS) yang dinilai terus memberikan motivasi, masukan, serta kritik yang konstruktif bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga semangat pembangunan di Kabupaten Sumedang.
“InsyaAllah ini menjadi motivasi untuk lebih kerja keras lagi melaksanakan amanah. Saya tidak ingin mengecewakan masyarakat yang telah mendukung saya,” ujarnya.
Komitmen Mengentaskan Kemiskinan
Program BSPS rutilahu di Sumedang menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Perbaikan rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup warga. Ketika program tersebut dikombinasikan dengan perlindungan kesehatan, akses pembiayaan usaha, serta pelatihan kerja, dampaknya diharapkan lebih luas.
Melalui pendekatan terpadu tersebut, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa program bantuan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
Sebaliknya, program itu diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumedang.
Ke depan, implementasi BSPS rutilahu diharapkan menjadi salah satu contoh program pembangunan sosial yang mampu menghubungkan perbaikan kualitas hunian dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

