SUMEDANG, 23 Februari 2026 – Dony Ahmad Munir secara resmi membuka Achievement Motivation Training (AMT) Batch 2 bagi guru SMK se-Kabupaten Sumedang di SMKN 1 Sumedang, Senin, 23 Februari 2026. Pelatihan ini menegaskan arah kebijakan daerah yang menempatkan investasi sumber daya manusia sebagai fondasi daya saing industri hijau.
Sebanyak 50 guru mengikuti pelatihan yang berlangsung selama enam hari, 23–28 Februari 2026. Program ini merupakan kelanjutan dari AMT tahap pertama pada September 2025 yang diikuti 50 guru lainnya. Total 100 guru telah mendapatkan penguatan kapasitas melalui skema tersebut.
Dalam sambutannya, Dony menyampaikan apresiasi kepada TBS Foundation atas komitmennya mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Sumedang.
“Saya inginkan kegiatan ini dapat bermakna, bermanfaat dan berdampak, sehingga menjadikan Sumedang semakin maju,”ujar Dony.
Kolaborasi Pendidikan Vokasi
Pelaksanaan AMT Batch 2 melibatkan sejumlah mitra strategis, termasuk BBPPMPV BMTI Cimahi dan Kantor Cabang Dinas Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan materi pelatihan selaras dengan kebutuhan industri.
Dony juga mengapresiasi kesiapan SMKN 1 Sumedang sebagai tuan rumah kegiatan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMKN 1 Sumedang yang telah menjadi tuan rumah kegiatan ini. Saya berharap peran tersebut semakin menguatkan posisi SMKN 1 Sumedang sebagai institusi pendidikan vokasi yang aktif mendorong peningkatan kapasitas guru dan mutu pembelajaran,”ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, menurut Dony, memprioritaskan peningkatan kualitas talenta sebagai fondasi pembangunan. Ia menilai penguatan SDM menjadi motor penggerak kebangkitan industri hijau di daerah.
SDM dan Industri Hijau
Dalam forum tersebut, Dony menegaskan kesiapan Sumedang membuka ruang inovasi dan investasi, khususnya pada sektor industri hijau. Daerah ini juga menyatakan komitmen berkontribusi dalam pengembangan kawasan Rebana, termasuk melalui potensi energi baru terbarukan (EBT).
“Saya optimistis, langkah kolaboratif yang dilakukan saat ini akan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Sumedang, baik dalam bentuk kesempatan kerja, peningkatan kompetensi, maupun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,”tutur Dony.
Pernyataan itu memperlihatkan arah kebijakan yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri masa depan. Pemerintah daerah melihat guru sebagai simpul strategis dalam menyiapkan generasi yang adaptif terhadap transformasi ekonomi hijau.
Tiga Pondasi Penguatan Guru
Dony menjelaskan, pelatihan AMT Batch 2 menitikberatkan pada tiga pondasi utama: self-leadership, effective communication, dan growth mindset. Ketiga aspek ini dirancang untuk memperkuat kompetensi nonteknis guru dalam menghadapi perubahan.
“Guru diharapkan mampu memimpin diri sendiri sebelum memimpin peserta didik, menjembatani pola pikir generasi muda dengan kebutuhan industri, serta terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan,”tuturnya.
Direktur Eksekutif TBS Foundation, Anugraha Dezmercoledi, M.Sc., menjelaskan pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang membangun talenta unggul di Sumedang.
“Pelatihan ini diikuti oleh 50 guru SMK dari berbagai sekolah di Sumedang dan 50 guru lainnya telah mengikuti pelatihan pada September 2025, dengan total 100 orang guru, salah satunya guru yang dalam 10 tahun ke depan belum memasuki masa pensiun,”tuturnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan soft skills menjadi penyeimbang kemampuan teknis.
“Konsep pelatihan ini menekankan bahwa jika hard skills berfokus pada sistem yang berjalan, maka soft skills memastikan sistem berjalan dengan benar,”pungkasnya.
AMT Batch 2 Sumedang menempatkan guru sebagai aktor utama transformasi pendidikan vokasi. Pemerintah daerah memandang investasi SDM sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat industri hijau dan meningkatkan daya saing wilayah. Melalui kolaborasi lintas lembaga, Sumedang berupaya membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan industri dan tantangan pembangunan berkelanjutan.

