SUMEDANG, 9 Maret 2026 – Bulan suci Ramadan kembali menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Sumedang. Momentum spiritual ini tidak hanya dimaknai sebagai waktu memperdalam ibadah, tetapi juga kesempatan mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menghadiri kegiatan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP), Senin (9/3/2026).
Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, Dony mengajak seluruh pihak menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus meningkatkan ketakwaan. Menurutnya, kebersamaan yang tumbuh melalui silaturahmi dapat memperkuat semangat kolektif dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sumedang.
“Melalui silaturahmi seperti ini mudah-mudahan menjadi bagian dari amal ibadah di sisi Allah SWT, sekaligus semakin mengeratkan tali kekeluargaan di antara kita semua,” ujar Dony.
Mengisi Hari-Hari Terakhir Ramadan
Dalam kesempatan tersebut, Dony mengingatkan bahwa Ramadan telah memasuki fase penting. Hari ke-19 menandai mendekatnya sepuluh hari terakhir yang dalam tradisi Islam dikenal memiliki keutamaan besar.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan sisa waktu Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas spiritual.
“Semoga kita semua diberi kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan puasa, serta puasa kita diterima oleh Allah SWT dan menjadikan kita insan yang bertakwa,” tuturnya.
Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum refleksi diri dan penguatan nilai moral dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan.
Apresiasi untuk Kader Posyandu
Selain berbicara mengenai makna Ramadan, Bupati Dony juga membagikan sejumlah aktivitas yang dijalaninya sepanjang hari sebelum menghadiri acara buka puasa tersebut.
Salah satu kegiatan yang dihadiri adalah program peningkatan kapasitas kader posyandu sekaligus penyaluran insentif bagi para kader kesehatan masyarakat.
Menurutnya, para kader posyandu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di tingkat desa maupun lingkungan masyarakat.
“Para kader posyandu ini luar biasa, mereka turun langsung ke rumah-rumah memantau balita dan ibu hamil. Mereka adalah garda terdepan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan kader posyandu menjadi salah satu elemen penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka berperan aktif dalam pemantauan tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, serta edukasi kesehatan di lingkungan warga.
Bantuan Rutilahu untuk Warga Kurang Mampu
Dalam kesempatan yang sama, Dony juga menjelaskan beberapa program pembangunan sosial yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Salah satunya adalah program bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sumedang.
Pemerintah daerah menyiapkan bantuan untuk 525 unit rumah yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 hingga 4.
“Insyaallah masyarakat yang memenuhi kriteria akan mendapatkan bantuan sekitar Rp20 juta untuk perbaikan rumahnya, sekaligus dipastikan memiliki BPJS kesehatan atau ketenagakerjaan,” jelasnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga memastikan perlindungan sosial bagi penerima bantuan melalui jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan.
Menyelesaikan Persoalan Strategis Daerah
Selain program sosial, pemerintah daerah juga terus berupaya menyelesaikan sejumlah persoalan strategis yang berkaitan dengan pembangunan di Sumedang.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain persoalan pertanahan yang berkaitan dengan proyek-proyek besar di wilayah tersebut. Di antaranya pengembangan kawasan Jatigede Reservoir, pengembangan wisata Cipanas Sumedang, serta proyek infrastruktur Tol Cisumdawu.
Penyelesaian persoalan tersebut dinilai penting agar berbagai proyek pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan seimbang antara infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Harapan untuk Kepemimpinan yang Amanah
Di akhir sambutannya, Bupati Dony menyampaikan permohonan doa kepada masyarakat agar dirinya bersama jajaran pemerintah daerah dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik.
Ia berharap seluruh proses pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Doakan kami agar diberikan kesehatan lahir batin, umur panjang, kelancaran, keselamatan, dan dijauhkan dari perbuatan korupsi serta hal-hal yang tidak baik,” ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kebijakan dan program, tetapi juga dengan integritas, tanggung jawab, serta dukungan moral dari masyarakat.
Dalam suasana Ramadan yang sarat nilai spiritual, harapan akan kepemimpinan yang amanah dan pembangunan yang berkelanjutan kembali ditegaskan sebagai bagian dari perjalanan Kabupaten Sumedang ke depan.

