Bupati Apresiasi BumDesma “Utama” Surfus dialokasikan Bansos

Sumedang, KORSUM.ID – Bupati Sumedang Donny Ahmad Munir mengapreasiasi kinerja BumDesma Sumedang Utara yang telah mengalokasikan sebagian surfusnya untuk Bantuan Sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada 175 penerima.

Hal itu dikatakan bupati saat menghadiri HUT UPK ke-20 dan penyaluran dana sosial Badan Usaha milik desa bersama (Bumdesma) ‘Utama” Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) tahun anggaran 2021 Kecamatan Sumedang Utara.

“Saya ucapkan syukur bisa menyaksikan langsung penyaluran 175 paket sembako dari keuntungan Bumdesma yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 80 juta untuk Bansos kepada masyarakat, “kata bupati pada sambutannya, Rabu (29/09/2021).

Bumdesma ini, lanjut dia, bisa membantu usaha ekonomi produktif dan bisa melakukan program simpan pinjam yang keuntungannya dikembalikan kepada masyarakat, dan ini sangat membantu terlebih saat ini dimasa pandemi covid-19.

“Saya sudah membuat kebijakan, bagaimana Bumdesma ini menjadi salah satu alat instrumen untuk mensejahterakan masyarakat Sumedang terutama yang UMKM atau usaha ekonomi kerakyatan, “ujarnya.

Sementara menurut Direktur Bundesma Sapari Suntana mengatakan, membagian 15% atau sekitar Rp 400 jutaan dari hasil surfus Uang Pengolaan Dana Bergulir (UPDB) dari modal yang bergulir sekitar Rp 4,5 miliar tersebar di masyarakat 10 desa dan 3 kelurahan.

“Surfus tahun 2020 tersebut direalisasikan tahun ini (2021) yang dialokasikan untuk pengembangan usaha 50%, dan kelembagaan dan saat ini untuk Bantuan sosial, “ujarnya.

Disebutkan, Bansos sembako dibagikan kepada 175 menerima yang terdiri 149 orang dengan masing-masing nilai sembako Rp 200 ribu dan 26 anak yatim berupa kebutuhan sekolah dan kedua termasuk memberikan uang transpor.

Bahkan sebelumnya, lanjut Sapari, dari Surfus ini juga bisa berbagi kepada korban musibah bencana longsor warga Cimanggung, dan ini merupakan upaya Bumdesma yang saat ini memiliki 90 kelompok UED dan SPP, dimana kelompok UED merupakan usaha ekonomi produktif sementara SPP yaitu kelompok simpan-pinjam khusus perempuan.

“Ke-90 kelompok tersebut berangotakan 987 orang, dimana pinjaman yang diberikan tanpa anggunan hanya kepercayaan, dan untuk anggota baru, kami bisa beri pinjaman sekitar Rp 2 juta. Namun kami juga bisa memberi pinjaman hingga Rp 15 juta bagi anggota yang lancar dan tepat waktu, “katanya.