Sumedang, KORSUM.ID – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumedang Iim Rohimin kepada sejumlah media berjanji bahwa katanya BPN kedepan akan memperbaiki kualitas pelayanan.
Hal tersebut terlontar setelah BPN dikritik Asprumnas yang menyebutkan bahwa pelayanan BPN tidak sesuai Standar Operasinal Prosedur (SOP) ketika menghadiri dialog dengan perwakilan DPD Asprumnas yang menggelar aksi masa di gedung DPRD, Kamis (09/12/2012).
“Kami ucapkan terima kasih atas kritikan pihak Asprumnas yang kami dianggap sebagai kritik pembangun, terutama dalam rangka kinerja BPN kedepan yang senantiasa bisa memberikan pelayanan yang lebih baik, ” ucap Kepala BPN Iim Rohimin.
Adapun ada beberapa catatan yang disampaikan pihak Asprumnas, lanjutnya, tentu menjadi catatan bagi BPN yang segera akan ditindaklanjuti untuk perbaikan pelayanan kedepan .
Ditanya wartawan. Informasi buruknya pelayanan BPN ini sudah cukup lama berlangsung?. “Memang seperti itu, namun tentu harus dilihat kasus perkasus. Sebab permohonan yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda sehingga tidak bisa di jendralisir, “kata Kepala BPN kepada wartawan.
Sebab, lanjut dia, didalamnya tentu ada perbedaan permasalahan yang harus disikapi termasuk dalam penanganannya yang berbeda. Namun bagaimana pun juga, BPN tetap akan telusuri dulu terkait permasalahan termasuk tunggakan pekerjaan yang belum terselesaikan.
“Kometmen kami akan segera menuntaskan segala permasalahan yang ada, jika memang sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, “tandasnya.
Wartawan kembali bertanya. Pelayanan BPN disebut tidak sesuai SOP?. Kepala BPN menjawab bahwa di BPN tentu ada SOP-nya berdasarkan Permen nomor 1 tahun 2010, dan itu merupakan panduan bagi BPN didalam pelayanan.
“Namum, setiap permohonan yang permasalahannya berbeda-beda. Mungkin yang satu, bisa tepat waktu. Tapi yang yang lainnya, tidak bisa tepat waktu karena mungkin banyak permasalahannya seperti kekurangan dokumen atau persyaratan, ” tandasnya lagi.
Kepala BPN juga mengakui bahwa selama ini komunikasi kurang terbangun khususnya antara BPN dengan pihak Asprumnas, dan umumnya dengan masyarakat, sehingga hal itu akan diperbaiki kedepan.
“Tentu kritik dari Asprumnas itu sebagai koreksi bagi kami. Sebab, sempurna atau tidak sempurna, dan segala kekurannya akan terlihat oleh pihak luar, ” katanya.

