Ngabuburit Sambil Belanja di Bazar Ramadan Sumedang

Bazar Ramadan Sumedang 2026

SUMEDANG, 23 Februari 2026 – Ngabuburit di Sumedang kini tak hanya identik dengan menunggu waktu berbuka. Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang (DiskopUKMPP) bersama pelaku UMKM menggelar Bazar Ramadan Sumedang 2026 di Pusat Oleh-Oleh Bojong, Jatimulya, Senin, 23 Februari 2026.

Bazar yang berlangsung hingga 15 Maret 2026 itu menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat selama bulan puasa. Mulai dari sembako, jajanan takjil, hingga layanan kesehatan dan administrasi kependudukan tersedia di satu lokasi. Konsep ini dirancang untuk memudahkan warga memenuhi kebutuhan harian sambil menikmati suasana sore Ramadan.

Sembako dan Layanan Publik

Beragam komoditas pokok dijual dengan harga relatif terjangkau. Gula, minyak goreng, beras, serta aneka sayuran menjadi produk yang paling banyak diburu pengunjung. Selain itu, stan UMKM menawarkan makanan dan minuman berbuka puasa yang variatif.

Tidak hanya transaksi ekonomi, bazar juga menghadirkan layanan kesehatan dan kependudukan. Kehadiran layanan publik di tengah aktivitas belanja menjadi nilai tambah, terutama bagi warga yang ingin mengurus administrasi tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Dony Ahmad Munir meninjau langsung pelaksanaan bazar pada hari pembukaan. Ia menilai kegiatan tersebut mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan Ramadan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Bazar Ramadan menjadi tempat bagi warga untuk berbelanja dengan harga terjangkau dalam memenuhi kebutuhan di bulan puasa,” kata Bupati Dony Ahmad Munir saat melihat Bazar Ramadan, Senin (23/2/2026).

Dorong Promosi dan Partisipasi Warga

Bupati meminta DiskopUKMPP memperluas promosi agar informasi bazar menjangkau lebih banyak warga. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini memberi dampak ganda: membantu daya beli masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM lokal.

Menurut Dony, sinergi antara pemerintah dan UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah selama Ramadan. Momentum ini dinilai strategis karena konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama. Warga datang bersama keluarga, berbelanja kebutuhan pokok, sekaligus mencari takjil untuk berbuka puasa.

Salah seorang pengunjung, Dewi, mengaku terbantu dengan adanya bazar tersebut.

“Kebutuhan sembakonya lengkap dari mulai Gula, Minyak, Beras sayuran dan lainnya. Harganya cukup murah, kepada yang lainya mari berbelanja disini sambil Ngabuburit,” kata Dewi seorang pengunjung.

Ruang Interaksi Ekonomi Ramadan

Bazar Ramadan Sumedang 2026 tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial. Warga memanfaatkan waktu menjelang berbuka untuk bersantai, berbelanja, dan bertemu sesama warga.

Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini membuka peluang peningkatan omzet di tengah momentum Ramadan. Produk lokal mendapat ruang promosi yang lebih luas karena terpusat di satu lokasi strategis.

Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat terus digelar pada tahun-tahun berikutnya dengan cakupan peserta yang lebih luas. Dengan kombinasi sembako murah, produk UMKM, dan layanan publik, Bazar Ramadan Sumedang 2026 menjadi alternatif ngabuburit yang produktif sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.