SUMEDANG, 17 Februari 2025 – Insiden ambruknya atap enam ruang kelas di SDN Panyingkiran II memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang, Mouhamad Ali Mahfudin, S.H. Ia menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan siswa harus menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan.
“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Keamanan dan kenyamanan belajar bagi anak-anak adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kita harus memastikan mereka dapat belajar di lingkungan yang aman dan layak,” ujar Ali pada Senin, 17 Februari 2025.
Ali menilai peristiwa ini sebagai pengingat bahwa masih banyak infrastruktur pendidikan yang membutuhkan perhatian lebih serius. Ia pun mendorong Dinas Pendidikan serta pihak terkait untuk segera mengambil langkah percepatan perbaikan agar proses pembelajaran tidak terganggu dalam waktu yang lama.
“Saya tidak ingin perbaikan ini hanya menjadi wacana. Saya akan mengawal anggarannya agar benar-benar terealisasi secepatnya. Kita harus bertindak cepat demi kepentingan anak-anak,” tegasnya.
Lebih lanjut, politisi dari Fraksi PKB ini juga mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sekolah-sekolah di Sumedang, terutama yang sudah berusia tua dan berisiko mengalami kerusakan serupa.
“Kita tidak boleh hanya bertindak setelah kejadian terjadi. Pencegahan harus menjadi fokus utama, baik melalui perawatan rutin maupun pembangunan infrastruktur yang lebih kokoh,” tambahnya.
Ali pun menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, serta masyarakat dalam memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas bagi generasi muda Sumedang.

