SUMEDANG – Jajaran pengurus Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (APDESI) Kabupaten Sumedang tengah mematangkan rencana kegiatan silaturahmi pasca-Idulfitri yang akan melibatkan pimpinan tingkat kecamatan hingga kabupaten. Agenda tersebut diproyeksikan menjadi ruang temu sekaligus pembahasan isu-isu strategis yang berkaitan dengan pemerintahan desa.
Ketua DPC APDESI Sumedang, Welly Sanjaya, mengungkapkan bahwa kegiatan itu dirancang berlangsung di kawasan KDMP Sukawening, Kecamatan Ganeas. Selain dihadiri para ketua DPK dan pengurus organisasi, pihaknya juga menargetkan kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Tak hanya itu, panitia juga berencana mengundang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir agar turut hadir dan memberikan arahan dalam forum tersebut.
Menurut Welly, pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen setelah Hari Raya, melainkan akan dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai aspirasi kepala desa dari seluruh wilayah Sumedang. Salah satu isu yang akan menjadi perhatian utama adalah soal kesejahteraan aparatur desa, khususnya terkait penghasilan yang dinilai belum mengalami penyesuaian dalam kurun waktu cukup lama.
“Sudah hampir delapan tahun tidak ada perubahan terkait penghasilan kepala desa dan perangkatnya. Ini akan menjadi salah satu poin penting yang akan kami dorong,” ujarnya saat ditemui usai rapat koordinasi bersama para pengurus APDESI di Rumah Makan Saung Teko, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, melalui forum tersebut pihaknya akan mencoba merumuskan skema penyesuaian penghasilan yang realistis, dengan mempertimbangkan kebijakan yang berlaku di tingkat provinsi.
APDESI berharap usulan tersebut bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat. Namun, jika belum memungkinkan tahun ini, mereka menargetkan implementasinya dapat dilakukan paling lambat pada tahun berikutnya.
Welly juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

