Sumedang, 17 Agustus 2025 – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumedang turut dimeriahkan dengan Kejuaraan Tenis Meja Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Cup 2025. Ajang ini berlangsung di Gedung Graha Suhardani Kampus Ikopin, Jatinangor, pada 15–17 Agustus 2025 dan diikuti ratusan atlet dari berbagai klub se-Bandung Raya dan Sumedang.
Sebanyak 248 peserta kategori tunggal dan 96 tim kategori ganda turut ambil bagian dalam turnamen ini. Kehadiran atlet dalam jumlah besar mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga tenis meja sekaligus memperkuat posisi Sumedang sebagai salah satu daerah yang serius dalam pembinaan olahraga.
Dibuka Bupati Sumedang
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, membuka secara resmi kejuaraan tersebut pada Minggu (17/8/2025). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kejuaraan tenis meja bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wahana mempererat silaturahmi antar-atlet dan menumbuhkan semangat sportivitas.
“Momentum 17 Agustus ini sangat istimewa. Melalui kejuaraan tenis meja ini tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga menguji kualitas para atlet tenis meja. Tidak akan ada kemajuan tanpa kompetisi, dan melalui kompetisi sehat inilah bakat bisa terus berkembang,” ujar Bupati Dony.
Usai pembukaan, Bupati turut serta dalam pertandingan ekshibisi melawan Camat Jatinangor, Herman Suwandi. Laga persahabatan itu berlangsung penuh canda dan disambut riuh tepuk tangan para penonton yang memadati Graha Suhardani.
Agenda Tahunan untuk Pembinaan Atlet
Bupati Dony menegaskan, turnamen ini akan dijadikan agenda rutin tahunan sebagai wadah pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di Sumedang. Ia berharap kejuaraan semacam ini bisa melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak mampu berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
“Dengan antusiasme peserta yang begitu besar, kejuaraan tenis meja ini diharapkan melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumedang yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi,” katanya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pengembangan ekosistem olahraga di Sumedang, khususnya cabang tenis meja.
Hadiah dan Dukungan Lembaga
Ketua Panitia Penyelenggara, Supomo, menjelaskan bahwa selain memperebutkan piala bergengsi, para juara juga akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, voucher dari Ikopin dan yayasan, serta beasiswa. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk dukungan konkret untuk memacu motivasi atlet.
“Kejuaraan ini terbuka untuk umum, khusus putra, dan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Harapannya, kegiatan ini bisa mendorong prestasi atlet sekaligus memperkuat ekosistem tenis meja di Kabupaten Sumedang,” jelas Supomo.
Ajang Silaturahmi dan Hiburan
Selain tujuan pembinaan prestasi, turnamen juga menjadi ajang silaturahmi antar-klub tenis meja di wilayah Bandung Raya. Para atlet dari berbagai daerah bertemu, bertanding, sekaligus menjalin keakraban.
Pertandingan berlangsung dengan penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Penonton yang hadir pun turut menikmati sajian olahraga yang dikemas dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan.
Dorong Semangat Kemerdekaan
Kejuaraan Tenis Meja Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Cup 2025 menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-80 di daerah tersebut. Semangat kemerdekaan diwujudkan dalam kompetisi olahraga yang sehat, kreatif, dan membangun potensi generasi muda.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperingati hari kemerdekaan melalui seremoni, tetapi juga dengan aktivitas positif yang mendukung pembinaan bakat, mempererat persatuan, dan memperkuat daya saing daerah.
Menuju Prestasi Lebih Tinggi
Dengan jumlah peserta yang besar serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, turnamen tenis meja ini dipandang sebagai pijakan awal bagi Sumedang untuk lebih serius dalam pengembangan cabang olahraga. Target ke depan adalah lahirnya atlet-atlet andalan yang bisa mengharumkan nama daerah di berbagai level kejuaraan.
Gelaran Piala Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Cup 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang silaturahmi, pembinaan, dan pengabdian untuk bangsa.

