Sosial  

Tumpukan Sampah di Depan Pasar Parakanmuncang Ganggu Pengguna Jalan

SUMEDANG, KORSUM.ID – Sejumlah pengguna jalan Parakanmuncang Simpang tepatnya di depan Pasar Parakanmuncang, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung mengeluhkan terkait adanya tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma bau tak sedap.

Tak jarang, sampah yang disimpan di pinggir Jalan Raya Parakanmuncang tersebut kerap kali menumpuk telat ngangkut hingga timbulkan aroma tak sedap.

Selain menimbulkan aroma tak sedap, dari tumpukan sampah juga mengeluarkan cairan bau yang mengalir hingga ke ruas jalan.

“Bau sekali, apalagi jika terkena sinar matahari, baunya sampai ke depan Puskesmas Cimanggung yang berjarak sekitar 100 meteran,” kata Ujang Sumpena warga Parakanmuncang.

Menurut Ujang, sampah itu selain dari dalam pasar Parakanmuncang juga dari warga luar yang sengaja membuang sampah ke TPS di depan pasar. Besarnya volume sampah dan telatnya petugas sampah mengangkut, menyebabkan sampah itu menggunung.

“Duka, tos lier mikirana ge. Atos mah bau, lamun nuju penarikan sampah sering macet. Kunaon atuh warga pasar teh rek direnovasi tidak mau,” ujarnya.

Padahal, kata Ujang, jika pasar Parakanmuncang direnovasi, lahan parkir bisa diperluas, dan tempat penampungan sampah bisa digeser ke belakang pasar seperti di Pasar Tanjungsari. Selain tidak menyebabkan kemacetan saat angkut muat sampah, juga bau tak sedap tidak ke fasilitas umum yang lain. Apalagi jalan Paramon adalah jalan provinsi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kecamatan Cimanggung, Ahmad Aradea mengatakan, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan pengelola pasar dan DLH Kabupaten Sumedang. Untuk menyikapi kondisi sampah yang ada di depan pasar Parakanmancang karena keluhan masyarakat selalu disampaikan kepada pemerintah kecamatan.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Tanjungsari yang membawahi Pasar Parakanmuncang, Amung mengaku, persoalan sampah di pasar Parakanmuncang menurutnya bukan menjadi tanggung jawab pihak pasar melainkan dari bagian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumedang.

“Pihak pasar hanya sebatas menyiapkan sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Cibeurem Cimalaka. Selanjutnya tanggungjawab DLH,” imbuh Amung.

Amung menjelaskan sampah yang menumpuk di pasar Parakanmuncang itu sebagian besar disumbangkan oleh warga alias bukan murni sampah hasil aktivifas pedagang yang ada di lingkungan pasar.

“Banyak warga dari luar yang sengaja buang sampah di pasar. Di sini untuk pedagang ada sekitar 450 pedagang, itu termasuk penjual kaki lima yang di pinggir-pinggir,” tutup Amung.