SUMEDANG – Ratusan pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang memadati Masjid Agung Sumedang untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, Rabu (4/2/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin pemerintah daerah yang digelar setiap Rabu pertama setiap bulan.
Shalat Subuh berjamaah ini tidak hanya diikuti oleh pimpinan daerah, tetapi juga oleh jajaran pejabat struktural dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Kehadiran para pejabat sejak dini hari dinilai sebagai bentuk keteladanan dalam membangun budaya disiplin dan integritas aparatur.
Dalam sambutannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa waktu Subuh memiliki makna filosofis yang mendalam. Menurutnya, Subuh bukan sekadar penanda pergantian waktu, tetapi simbol kebangkitan dan awal dari penataan diri.
“Barang siapa yang mampu bangun diwaktu Subuh. InsyAllah mereka orang-orang yang siap bangkit dalam hidupnya. Inilah simbol kebangkitan, simbol menata diri kita, membulatkan niat dan tekad,”kata Dony
Ia menekankan bahwa semangat kebangkitan tersebut harus tercermin dalam sikap dan kinerja aparatur pemerintahan. Setiap hari, kata dia, harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Bupati Dony menyebutkan bahwa orientasi kerja aparatur tidak boleh stagnan. Ia mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan hari ini lebih baik dibanding hari sebelumnya, baik dalam sikap, etos kerja, maupun hasil pelayanan publik.
“Hari ini akan terus bersungguh-sungguh untuk bekerja keras untuk menjadikan diri kita yang terbaik dan memberikan kemangfaatan kepada masyarakat,”ucapnya.
Menurut Dony, kekuatan seorang aparatur tidak hanya diukur dari aspek fisik atau kemampuan teknis semata. Ia menilai kekuatan batin memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi, ketulusan, dan integritas dalam bekerja.
“Orang kuat sanggup bekerja keras. Tapi sesungguhnya orang yang kuat orang yang mampu mengalahkan rasa malasnya ketika adan subuh bekumandang. Itulah sesunguhnya subtansi dari orang kuat, kuat lahirnya, kuat bathinnya mampu mengalahkan rasa kantuk ketika Subuh berkumandang dan mengikuti, menjalani Shalat Subuh,”ujarnya.
Bupati menambahkan, kebiasaan Shalat Subuh berjamaah memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat. Kegiatan ini, menurutnya, melatih kedisiplinan aparatur dalam mengelola waktu, komitmen terhadap tanggung jawab, serta kejujuran dalam menjalankan amanah.
“Melatih tanggung jawab kita dan melatih kejujuran kita. InsyAllah dari nilai shalat subuh ini akan menjelma dalam kehidupan keseharian kita. Semakin jujur, semakin bertanggung jawab dan bekerja keras, bekerja dengan hati. Tidak hanya menggugurkan kewajiban, tidak hanya memenuhi administratif, tidak hanya sekedar laporan,”kata Dony
Ia menilai nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Aparatur yang bekerja dengan hati dan integritas dinilai lebih mampu menghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah secara rutin ini juga dipandang sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual aparatur pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Sumedang menilai penguatan dimensi spiritual perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi teknis aparatur.
Selain sambutan dari Bupati, kegiatan Subuh berjamaah tersebut juga diisi dengan tausiyah singkat atau kultum. Tausiyah disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu (Ponpes) Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah Abuya K.H. M. Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi.
Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk memperkuat keimanan dan menjadikan nilai-nilai ibadah sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap, kegiatan Subuh berjamaah yang dilaksanakan secara rutin ini dapat membentuk budaya kerja yang lebih disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Subuh, sebagaimana disampaikan Bupati, diharapkan menjadi simbol kebangkitan aparatur dalam membangun Sumedang yang lebih maju dan berkarakter.

