Subuh Berjamaah, Bupati Dony Dorong Pelayanan Publik Lebih Dekat ke Warga

Subuh Berjamaah Bupati Sumedang

SUMEDANG – Bupati Dony Ahmad Munir menilai pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah menjadi sarana untuk mendekatkan pemerintah daerah dengan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi langsung antara pemerintah dan warga melalui penyediaan berbagai layanan publik.

Hal itu disampaikan Dony Ahmad Munir saat memberikan sambutan pada kegiatan Shalat Subuh berjamaah yang digelar Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumedang di halaman Masjid Agung Sumedang, Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran aparatur pemerintah daerah serta masyarakat dari berbagai wilayah di Sumedang.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa Subuh berjamaah dirancang sebagai bagian dari pendekatan jemput bola pelayanan publik. Pemerintah daerah, kata dia, menghadirkan berbagai layanan langsung di lokasi kegiatan agar masyarakat dapat mengaksesnya secara lebih mudah.

“Termasuk lebih mendekatkan pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat. Ada berbagai layanan di Subuh ini digelar dihalaman Masjid Agung Sumedang. Sebagai bagian dari jemput bola Pemda memberikan layanan kesehatan, adminduk, dan pajak kendaraan bermotor, perizinan. Jadi ini lebih medekatkan diri kepada Allah dan mendekatan diri kita kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang prima,”Kata Bupati Dony Ahmad Munir.

Menurut Bupati, pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Pelayanan publik yang hadir langsung di tengah warga dinilai mampu membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program-program pemerintah daerah.

Selain dimensi pelayanan, Dony menekankan bahwa Subuh berjamaah memiliki makna spiritual yang penting bagi kehidupan sosial dan pemerintahan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ikhtiar kolektif untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan aparatur serta masyarakat.

“Ikhtiar kita untuk menenangkan diri kita, meningkatkan iman dan taqwa kita. Karena janji Allah apabila sebuah daerah penduduknya iman dan taqwa. Maka Allah memberikan keberkahan dari langit ke bumi Kabupaten Sumedang,”Kata Bupati Dony Ahmad Munir.

Ia menilai, nilai-nilai spiritual tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun daerah. Keberkahan yang diharapkan tidak hanya bersifat religius, tetapi juga tercermin dalam kondisi sosial dan pembangunan daerah.

Menurut Dony, keberkahan dari pelaksanaan Subuh berjamaah dapat terwujud dalam kehidupan aparatur dan masyarakat yang semakin sehat, sejahtera, dan maju. Ia memandang keharmonisan antara pemerintah dan masyarakat sebagai prasyarat terciptanya stabilitas dan kemajuan daerah.

“Keberkahan yang didaptakan kita menjalankan kebaikan ini. Mudah-mudahan Sumedang dijauhkan dari bencana, marabahaya dan petaka. Itulah arti penting kita menjalankan kebaikan seperti ini,”kata Dony.

Bupati juga menegaskan bahwa kegiatan Subuh berjamaah tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial semata. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menjadikannya sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah.

Sebagai bentuk penguatan program, Dony mengungkapkan rencana untuk memperluas pelaksanaan Subuh berjamaah di Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan di tingkat kabupaten.

“InsyAllah kita akan laksanakan kedepannya sebulan dua kali. Jadi dua minggu sekali bertahap. Nanti para camat ada Subuh Berjamaah tingkat kecamatan. Tiap desa dihimbau Pak Camat ada juga tingkat desa. Subuh berjamaah akan melebar luas, resonansi getarannya akan kemana-mana dan InsyAllah akan menumbuhkan motifasi masyarakat,”pungkasnya.

Menurut Bupati, perluasan kegiatan hingga tingkat kecamatan dan desa diharapkan dapat memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan motivasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pembangunan. Ia menilai pendekatan spiritual yang diiringi dengan pelayanan publik dapat menciptakan hubungan yang lebih humanis antara pemerintah dan warga.

Melalui Subuh berjamaah, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap tercipta ruang dialog yang lebih dekat antara pemimpin dan masyarakat. Kegiatan ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga menyatu dengan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.