Sumedang, KORSUM – Akibat adanya pemudik berjenis kelamin perempuan dari Jatinegara, Jakarta Timur yang dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (14/6), dan sempat berobat di RSUD Sumedang. Akhirnya sebanyak 26 karyawan RSUD Sumedang harus menjalani Swab Test.
Selain itu, dua pelayanan Poliklinik di RSUD Sumedang, yaitu Poli Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dan Poli Bedah di RSUD Sumedang ditutup sementara mulai hari ini, Senin (15/6).
Kepala Humas RSUD Sumedang Iman Budiman mengatakan, 26 karyawan yang sudah menjalani Swab test, diwajibkan melakukan isolasi mandiri hingga hasil Swab test keluar atau selama 1 minggu.
“Sehingga untuk sementara, Poli THT diliburkan satu minggu, dan untuk Poli Bedah, di minggu ini hanya dibuka hari Selasa dan Kamis saja. Penutupan sementara itu, karena karyawannya harus menjalani isolasi mandiri,” ucap Iman
Adapun pasien positif Covid-19 tersebut, sambung Iman, merupakan seorang wanita asal Kecamatan Darmaraja merupakan pemudik dari Jakarta.
Baca Juga : Pertamina dan Hiswana Migas Donasikan Vitamin C dan Paket Makanan ke RSUD Sumedang
Kemudian, setelah tiba di Sumedang, pasien tersebut sempat berobat ke rawat jalan di RSUD Sumedang.
Adapun penutupan sementara dua poliklinik ini, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Nantinya, jika hasil Swab Test sudah keluar dan hasilnya negatif semua, maka kedua poli tersebut akan dibuka kembali seperti biasa. Namun, kemungkinan lainya, tergantung dari hasil Swab test nanti,” ujarnya.
Iman menambahkan, selain penutupan dua poli sementara, jam besuk juga akan ditiadakan sementara waktu. Upaya ini dilakukan untuk keselamatan bersama dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang.
“Atas kebijakan ini, kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat Sumedang, agar seluruh karyawan yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 ini hasil Swab-nya negatif. Sehingga pelayanan RSUD bisa normal kembali,” tandasnya.

