SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumedang menjalin kolaborasi dengan sektor perbankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu kerja sama yang dikembangkan dilakukan bersama Bank Tabungan Negara (BTN) guna memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan meningkatkan daya saing.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dan jajaran BTN Pusat yang berlangsung di Command Center, Rabu (4/2/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membuka ruang kemitraan strategis dengan dunia usaha, khususnya untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis digital.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, kunjungan BTN Pusat dimanfaatkan untuk menyampaikan gambaran tata kelola pemerintahan daerah serta potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Pemerintah daerah menilai sinergi dengan perbankan penting untuk memperluas akses pembiayaan dan penguatan ekosistem UMKM.
“Kami kedatangan dari BTN Pusat. Tadi sudah kami sampaikan terkait tata kelola pemerintahan kami, good governance dan berbagai potensi di Sumedang yang bisa kita kolaborasikan,” ujar Dony Ahmad Munir.
Menurut Bupati, salah satu fokus utama kerja sama yang akan dibangun adalah penguatan pemasaran dan digitalisasi UMKM. Ia menilai, transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola konsumsi dan persaingan pasar yang semakin ketat.
“Kami akan berkolaborasi terkait dengan marketing dan digitalisasi UMKM. Saat ini UMKM harus beradaptasi, terutama dengan digital marketing, sehingga UMKM bisa naik kelas,” katanya.
Bupati menjelaskan, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan platform pemasaran daring, tetapi juga mencakup sistem pembayaran, pencatatan keuangan, serta akses terhadap layanan perbankan digital. Dengan dukungan tersebut, UMKM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas jangkauan pasar.
Kerja sama dengan BTN, lanjut Bupati, sejalan dengan pendekatan pembangunan pentahelix yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Pendekatan ini menempatkan dunia usaha sebagai salah satu aktor utama dalam pembangunan daerah, berdampingan dengan pemerintah, akademisi, komunitas, dan media.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya pentahelix, dengan melibatkan dunia usaha dalam pembangunan Kabupaten Sumedang,” katanya.
Dari pihak perbankan, Kepala Divisi Digital Banking Product Development BTN Pusat Tresia Sarumpaet menyampaikan apresiasi terhadap transformasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Ia menilai perubahan yang terjadi tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya tarik investasi daerah.
“Transformasi Sumedang sungguh luar biasa. Kami melihat bagaimana perubahan yang dilakukan tidak hanya menyejahterakan masyarakat, tetapi juga mampu mengundang investasi sehingga daerahnya semakin maju,” ujarnya.
Tresia menjelaskan, kunjungan BTN Pusat bertujuan membangun sinergi untuk mendukung transformasi digital, baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor perekonomian daerah. BTN, kata dia, memiliki berbagai solusi digital yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha.
“Kami memiliki berbagai solusi digital, salah satunya melalui Bale by BTN Super App yang menyediakan solusi finansial untuk individu, bisnis seperti UMKM, pariwisata, hingga investasi,” katanya.
Aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah akses layanan keuangan digital, termasuk transaksi, pembiayaan, dan pengelolaan keuangan usaha. BTN berharap pemanfaatan solusi digital tersebut dapat membantu UMKM di Sumedang meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
Tresia juga menyampaikan harapan agar sinergi antara BTN dan Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat mempercepat transformasi digital daerah. Kolaborasi ini dinilai berpotensi meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Saya rasa ini merupakan salah satu bentuk sinergi untuk bersama-sama mengakselerasi transformasi digital di Sumedang,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap UMKM lokal dapat semakin terintegrasi dengan ekosistem digital dan perbankan. Dengan dukungan pembiayaan, pemasaran, dan teknologi, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

