Sumedang, KORSUM-Sejak bulan Januari 2020, akibat aktivitas jalan tol Cisumdawu di dusun Antaria Rt.01 Rw.07 Desa Sirnamulya Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang 10 rumah warga retak parah dan setengah amblas sehingga rumah tersebut dengan terpaksa harus ditinggalkan. Ironis, lebih dari lima surat permohonan perhatian Pemda Sumedang, Satker, PT. Wika hingga kini tidak direspon.
“Mungkin sudah muak dengan kondisi saat ini, meminta perhatian lalu ditindak lanjuti dengan surat baik ke PT. WIKA, Satker Tol, dan Pemda Sumedang satupun tidak meresponnya. Padahal, kejadian 10 rumah retak dan setengah amblas itu sebelum Covid-19 di dusun Antaria Desa Sirnamulya,” ungkap ketua BPD Desa Sirnamulya Edeng saat dikonfirmasi media ini, Selasa 12/5/2020 di TKP.

Edeng Melanjutkan, Dusun Antaria Desa Sirnamulya itu kan bagian dari masyarakat Sumedang, KTP, KK dan Akta Kelahiran pun Kabupaten Sumedang. Bayar pajak PBB dan Kendaraan pun sama dengan warga yang lain, tapi kenapa beda perlakuan dan perhatian?
Baca Juga : Soal Dampak Tol Cisumdawu Di Desa Sirnamulya Ini kata Wakil DRPD Kab.Sumedang
“Kenapa kami di beda bedakan? Kejadian 10 rumah di wilayah kami itu sebelum Covid-19 tapi mana perhatiannya? Harus kemana kami mengadu? Apa harus ke Presiden karena ini dampak tol? Bukan hanya di dusun Antaria saja, ada lebih 6 rumah pun sudah mau ambruk tapi belum dibayar oleh pihak tol,” kesalnya.
Dikatakan Edeng, semua surat satupun tidak ada respon, tapi karena Covid-19 luar biasa perhatiannya. Mana pejabat tinggi Kabupaten Sumedang? Jangankan orangnya yang datang surat pun tidak direspon.
“Kami sudah muak, begitu pun warga kami, warga berkeluh kesah ke kami, tapi ketika oleh pihak desa dan BPD ditindak lanjuti dengan surat tidak ada satupun yang merespon, tengok lah kami, meski hanya satu detik saja, lihat kenyataannya,” harapnya.


