Jalan Kolonel Ahmad Syam Akan Dibedah, Jatinangor Bersiap Menyambut Wajah Baru

Perbaikan jalan Jatinangor

Sumedang, 7 Juni 2025 – Jika Anda sering melintasi ruas Jalan Kolonel Ahmad Syam di Jatinangor dan mengeluh karena beberapa lubang kecil mengganggu kenyamanan berkendara, bersabarlah sedikit lagi. Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memastikan bahwa jalan tersebut akan segera diperbaiki melalui APBD Perubahan 2025.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir secara langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi infrastruktur di Jatinangor, Sabtu (7/6/2025). Didampingi Kepala Dinas PUTR Andri Indra dan unsur Forkopimcam, Bupati menyisir titik-titik kritis seperti Jalan Caringin-Sayang dan Jalan Kolonel Ahmad Syam.

“Sebagian besar sudah bagus, tinggal sedikit yang bolong di dekat jembatan dan SPBU. Sekitar 10 persen saja yang rusak, dan akan segera kita benahi,” ujarnya optimistis.

Menambal Lubang, Menyambung Harapan

Tak hanya Kolonel Ahmad Syam, Pemkab juga akan memperbaiki sekitar 300 meter ruas Caringin–Lio yang masih rusak. Selebihnya, Dony menyebut mayoritas jalan utama di Jatinangor sudah mulus.

“Dari Jatiroke ke Lio, lalu Sayang–Kiara, hingga Cilayung, semua sudah diperbaiki. Sisanya tinggal Cikuda–Cilayung. Tahun ini kita pastikan tuntas,” katanya penuh semangat.

Di mata Pemkab, infrastruktur jalan bukan sekadar urusan aspal dan beton. Ini soal mobilitas warga, konektivitas pendidikan di kawasan kampus, serta pertumbuhan ekonomi mikro di sekitarnya.

Malam Jatinangor yang Kurang Terang

Namun bukan hanya soal jalan. Bupati juga menyoroti keluhan soal penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Cadas Pangeran yang sebagian lampunya padam.

“Ada yang hidup, ada yang mati. Kami minta Dishub aktif memonitor dan memperbaiki,” tegasnya. Meski pemeliharaan PJU jalan nasional bukan kewenangan daerah, Dony menegaskan bahwa kenyamanan warga tetap prioritas.

“Di Sumedang, siapa pun yang bertanggung jawab, kami tetap akan turun tangan,” tambahnya.

Dengan komitmen seperti ini, Jatinangor bukan hanya akan punya jalan yang lebih mulus, tapi juga malam yang lebih terang. Perubahan memang tak selalu hadir dalam bentuk megah—kadang cukup dengan lubang yang ditambal, atau lampu jalan yang kembali menyala.