Investasi Sumedang 2025 Capai Rp5,6 Triliun

investasi Sumedang 2025

SUMEDANG – Kabupaten Sumedang menutup tahun 2025 dengan catatan positif di sektor penanaman modal. Data resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp5,6 triliun, disertai penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.876 orang. Angka tersebut mencerminkan geliat ekonomi yang tidak hanya tercatat di atas kertas, tetapi juga menyentuh langsung pasar kerja lokal.

Kontribusi Sumedang menjadi bagian penting dari dinamika investasi di Kawasan Rebana Metropolitan. Dari total realisasi investasi kawasan yang mencapai Rp36,67 triliun, Sumedang muncul sebagai salah satu simpul strategis, seiring posisinya yang kian terhubung dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menilai capaian tersebut tidak lahir secara instan. Ia menyebutnya sebagai hasil dari kerja bersama lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Di sisi lain, pemerintah daerah berupaya menjaga konsistensi kebijakan agar iklim investasi tetap kondusif dan berkelanjutan.

Bagi Dony, indikator keberhasilan investasi tidak berhenti pada besaran nilai rupiah. Dampak sosial-ekonomi menjadi ukuran utama, terutama dalam penciptaan lapangan kerja. Penyerapan hampir enam ribu tenaga kerja sepanjang 2025, menurutnya, menjadi bukti bahwa arus modal yang masuk mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Sumedang.

Faktor infrastruktur turut memainkan peran krusial. Kehadiran Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) dinilai mempercepat konektivitas Sumedang dengan kawasan industri dan logistik, termasuk akses menuju Bandara Internasional Kertajati. Infrastruktur tersebut mengubah posisi Sumedang dari wilayah penyangga menjadi bagian integral dalam rantai ekonomi regional.

Di tingkat kebijakan, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menata sistem perizinan agar lebih sederhana dan transparan. Kepastian regulasi dan kecepatan layanan menjadi fokus, seiring upaya membangun kepercayaan investor tanpa mengabaikan kepentingan publik. Prinsip yang dikedepankan, kata Dony, adalah pertumbuhan investasi yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, arah investasi yang didorong tidak semata-mata berbasis kuantitas. Pemerintah daerah menargetkan masuknya investasi berkualitas yang memperhatikan aspek keberlanjutan, ramah lingkungan, serta selaras dengan potensi dan kearifan lokal Sumedang. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan daya dukung wilayah.

Dengan tren penanaman modal yang terus menguat, Sumedang kian memantapkan perannya di Kawasan Rebana Metropolitan. Tantangan berikutnya bukan hanya menjaga laju pertumbuhan, melainkan memastikan manfaat ekonomi terdistribusi secara lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.