SUMEDANG – Upaya memperkuat peranan perempuan dalam pembangunan kembali mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Hal itu tercermin dari pelaksanaan verifikasi akhir Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang digelar di Aula Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini menjadi rangkaian penting untuk menilai sejauh mana pembangunan berbasis pemberdayaan perempuan dijalankan secara konkret di tingkat desa.
Desa Cibeureum Wetan menjadi lokus program P2WKSS tahun ini. Selama setahun, berbagai kegiatan pemberdayaan telah dilaksanakan, mulai dari peningkatan kapasitas perempuan, edukasi kesehatan keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, hingga pemantapan peran kader PKK dalam membangun lingkungan yang sehat dan lebih berdaya. Verifikasi akhir tersebut memastikan seluruh rangkaian program berjalan sesuai indikator dan memberikan dampak nyata bagi warga.
Pemda Kabupaten Sumedang memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Pemerintah desa, kader PKK, organisasi perempuan, serta masyarakat disebut sebagai unsur penting yang memungkinkan program P2WKSS terlaksana secara optimal. Dukungan lintas elemen itu memperkuat pondasi pemberdayaan perempuan yang menjadi prioritas daerah.
Dengan berjalannya verifikasi akhir ini, Pemda Sumedang kembali menegaskan komitmen untuk menghadirkan program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan dan inklusif. Pemerintah berharap program ini tidak hanya berhenti pada satu periode penilaian, tetapi menjadi gerakan sosial jangka panjang yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Salah satu pesan yang mengemuka pada kegiatan tersebut adalah penegasan peran kaum ibu sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi unggul. Peran itu mencakup berbagai aspek, termasuk pengasuhan, pendidikan keluarga, hingga penguatan nilai kesehatan. Para ibu juga ikut menopang agenda daerah dalam menurunkan angka stunting, mencegah pernikahan dini, dan memperkuat ketahanan keluarga.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan kembali pentingnya peran perempuan dalam pembangunan keluarga. Ia menyampaikan apresiasi kepada kaum ibu yang selama ini ikut membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada remaja dan masyarakat luas.
“Terima kasih kepada kaum ibu yang telah membantu Pemda Sumedang dengan memberikan edukasi kepada anak-anak muda. Jangan cepat menikah, terus meniti karir,” kata Wakil Bupati M Fajar Aldila saat memberikan Arah pada verifikasi akhir P2WKSS.
Menurutnya, kunci keharmonisan rumah tangga banyak bergantung pada peran ibu. Ia menggambarkan bagaimana para ibu memiliki ketangguhan tersendiri dalam mengelola keluarga, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan di tingkat rumah tangga.
“Karena banyak kesabaran yang ada di Ibu-ibu. Saya kagum kepada Ibu-ibu apapun keadaannya mereka tetap mensyukuri. Apapun caranya dapur harus ngebul. Jadi prioritaskan keluarga mereka,” kata Fajar Aldila.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi atau partisipasi publik, tetapi juga mencakup penguatan peran ibu sebagai inti keluarga. Ketika perempuan memiliki kapasitas yang baik, maka keluarga turut tumbuh kuat dan pada akhirnya berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Verifikasi akhir P2WKSS 2025 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sumedang untuk kembali menunjukkan keseriusan dalam memperkuat kualitas hidup perempuan. Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong agar perempuan di desa dapat mengembangkan keterampilan, meningkatkan wawasan kesehatan, serta berperan aktif dalam perkembangan sosial masyarakat.
Selain itu, program P2WKSS menjadi wadah edukasi lintas sektor untuk melindungi generasi muda dari berbagai risiko sosial, termasuk pernikahan dini, masalah gizi, dan tantangan pendidikan. Peran ibu sebagai pendamping utama anak-anak menjadi krusial dalam membangun karakter, kesehatan, serta masa depan generasi penerus.
Dengan berbagai capaian yang telah diperlihatkan Desa Cibeureum Wetan, Sumedang berharap program ini dapat menjadi role model bagi desa-desa lainnya. Pemerintah daerah menargetkan bahwa keberhasilan P2WKSS bukan hanya menghasilkan prestasi penilaian, tetapi memberikan perubahan nyata dalam kehidupan keluarga dan perempuan di tingkat akar rumput.
Ke depan, Pemda Sumedang berkomitmen menjaga kesinambungan program pemberdayaan perempuan melalui kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas perempuan. Dengan penguatan struktur keluarga dan peningkatan kualitas perempuan, Sumedang menatap masa depan dengan keyakinan bahwa generasi unggul dapat lahir dari rumah-rumah yang dipimpin oleh ibu-ibu yang tangguh dan berdaya.

