Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Sumedang Bentuk Satgas MCCC

Tim Satgas Muhammadiyah Covid-19 Command Center Sumedang

Sumedang, KORSUM – Situasi dan kondisi terkait penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang masih perlu diwaspadai. Menyikapi hal itu, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumedang sesuai dengan intruksi Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Jawa Barat untuk segera membentuk tim relawan Muhammadiyah Covid 19 Command Center (MCCC) di Kabupaten Sumedang.  Melalui Surat Keputusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumedang Nomor: 01/KEP/III.0/D/2020 telah resmi di bentuk tim relawan MCCC Kabupaten Sumedang.

Selanjutnya, ditengah pandemi Covid-19, masih ditemukan banyaknya disinformasi bahkan hoax yang beredar terutama diberbagai platform digital termasuk media sosial. Sehingga kepanikan di masyarakat semakin meningkat. Dalam masa pandemi Covid-19 ini pun menimbulkan masalah sosial ekonomi bagi beberapa sektor. Untuk mengurangi resiko hal seperti itulah perlu adanya kerjasama dengan pihak Pemerintahan Kabupaten Sumedang, sehingga dalam pelaksanaannya dapat sesuai dengan protokoler pemerintahan dan kesehatan tentunya.

“Tujuan dibentuknya MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) untuk membantu program Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam penanganan virus Covid – 19 yang telah menjadi pandemi warga masyarakat Kabupaten Sumedang, melalui sinergisitas program dengan pemerintah dalam upaya mengurangi resiko berskala besar di Kabupaten Sumedang dilakukan secara bersama-sama”. Ujar H. Sutisna,S.KM.,M.Si Ketua MCCC Kabupaten Sumedang.

Masih menurut Entis (nama akrabnya), juga membantu penyampaian informasi tentang berbagai hal yang dapat dilakukan dalam mencegah penyebaran Covid-19, dengan cara edukasi dan sosialisasi mulai tingkat Ranting, Cabang dan Daerah, juga menyediakan layanan hotline untuk penanganan Psikososial.

Baca Juga : Lindungi Warganya dari Covid-19, Ini yang Dilakukan Ketua RW di Sawahdadap

“Sedangkan bentuk kegiatanya diantaranya Mengedukasi masyarakat  tentang Covid-19 dengan media online (daring) dari sisi kesehatan dan spiritual, dan Aksi Kepedulian Sosial terhadap masalah sosial (makanan pokok) bagi pekerja harian (dhuafa)”. Tambahnya.

Selain itu tambah Entis, dilakukan penyemprotan masjid dan mushola, amal usaha pendidikan, lain-lain.

“Juga distribusi APD ke fasilitas kesehatan dan pembagian vitamin, nutrisi tambahan bagi tim penyemprotan dan petugas medis. Dan tak kalah penting yaitu memasang media informasi di masjid, mushola, amal usaha, sarana pendidikan, dan sarana kesehatan”. Pungkasnya.