Sumedang, KORSUM – Pembangunan Ekowisata Cileuksa seluas 16,2 hektar di tanah eks Galian C di Cileuksa Desa Legok Kaler Kecamatan Paseh, diharapkan menjadi Role Model pemanfaatan lahan eks Galian C di Kabupaten Sumedang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Ekowisata Cileuksa, Rabu (11/11).
Menurutnya, pembangunan Ekowisata Cileuksa ini, diharapkan menjadi cikal bakal untuk pemanfaatan lahan eks Galian C, yang kedepannya bisa ditiru oleh para pengusaha tambang lainnya di Sumedang, dalam menata lahan eks Galian.
“Tentunya, saya sangat mendukung dan mengapresiasi terhadap semua pihak yang menginisiasi dan ingin menata lahan eks Galian C menjadi Ekowisata. Dan saya berharap Ekowisata Cileuksa ini menjadi Role Model,” ujarnya.
Selain itu, sambung Erwan, pembangunan Ekowisata Cileuksa ini, sejalan dengan misi Pemkab Sumedang menuju Kota Wisata. Terlebih, pada September 2019 lalu, Kementerian Parawisata sudah mencanangkan Sumedang menjadi Kota Wisata.
“Tempat ini, sangat strategis karena akan diapit oleh dua exist Tol Cisumdawu, yaitu Pintu Tol Cimalaka dan Paseh. Tentunya, bisa menarik wisatawan sebanyak mungkin,” ucapnya.
Erwan menuturkan, dengan pembangunan Ekowisata Cileuksa ini, diharapkan bisa mendorong percepatan Ekonomi di Kabupaten Sumedang.
Saat ini, kepariwisataan di Sumedang tengah berkembang. Sehingga dengan Ekowisata Cileuksa diharapkan menjadi salah satu daya tarik wisatawan, sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Saya, juga berharap pengembangan dan pembinaan Wisata di Sumedang, harus mengutamakan konsentrasi alam, sosial budaya, ekonomi masyarakat serta Aspek pembelajaran dan pendidikan bagi. Yang tentunya ranah lingkungan dan ramah dengan alam,” tuturnya.
Erwan menambahkan, mudah-mudahan pembangunan Ekowisata Cileuksa ini, dapat memberikan output dan kontribusi positif terhadap keberhasilan bidang kepariwisataan di Kabupaten Sumedang.
“Saya optimistis, dengan dukungan semua komponen masyarakat akan mampu mewujudkan Sumedang sebagai kota Parawisata,” tandasnya.
Sementara itu Direktur PT. TPK BILQIS, H. Taufiq Gunawansyah mengatakan, rencana pembangunan Ekowisata Cileuksa, merupakan murni ide inisiatif dari Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ingin mereklamasi eks Galian C yang merupakan di tanah kas desa menjadi cetak sawah baru.
“Atas inisiatif tersebut, tentunya saya sangat terpanggil dan pembangunan Ekowisata Cileuksa ini juga sebagai tanggungjawab moral dari kami sebagai perusahaan galian yang sudah melakukan percetakan pesawahan. Awalnya, lahan seluas 16,2 hektar ini akan konsep untuk cetak sawah baru, namun sekarang diperluas menjadi Ekowisata yang diharapkan bisa menjadi percontohan,” kata mantan Wakil Bupati Sumedang tersebut.
Kemudian setelah membaca Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Kabupaten Sumedang, sambung Taufiq, ternyata kawasan Gunung Tampomas ini didorong untuk menjadi Kawasan Ekowisata.
“Ktika ada peluang, untuk mereklamasi eks Galian sekaligus dibuatkan untuk Ekowisata. Jadi, ini bukan reklamasi konvensional melainkan reklamasi lebih komprehensif,” ucapnya.
Taufiq menuturkan, di lokasi Ekowisata ini, dibangun cetak sawah seluas 8 hektar, Embung 2 hektar dan kawasan Agrowisata yang diisi oleh buah-buahan yang produktif.
“Nanti, ini semuanya akan dikonsep menjadi wisata. Seperti sawah, bukan hanya berpatokan kepada hasil pesawahannya, tetapi akan dikonsep sedemikian mungkin berbasis wisata, begitu juga dengan Embung dan Agrowisata lainnya. Bahkan, akan dibangun juga pasilitas penunjang lainnya,” ucapnya.
Taufiq menambahkan, kedepannya Ekowisata Cileuksa ini, akan dikelola oleh BUMDes Subur Makmur Desa Legok Kaler. Sehingga, selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Ekowisata juga bisa berdampak atas meningkatnya Penghasilan Asli Desa (PADes).
“Pembangunan Ekowisata Cileuksa ini, ditargetkan selesai dalam waktu 3 tahun, dengan modal untuk pembangunannya mencapai Rp.6 milar lebih. Saya berharap konsep Ekowisata Cileuksa juga, dapat menjadi contoh dan menginspirasi para pengusaha tambang lainnya yang ada di Kabupaten Sumedang,” tandasnya.
Ditempat yang sama Direktur BUMDes Subur Makmur Legok Kaler, Jajang Suparman mengatakan, ini merupakan sebuah langkah dan proses yang telah dilewati, sehingga dapat mempertegas dan memperjelas arah kegiatan yang akan dituju.
Selain itu, pembangunan Ekowisata Cileuksa ini, sudah melalui proses Musyawarah Desa, dan tengah memenuhi peraturan pemerintah. Dimana pembangunan ini, merupakan kerjasama antara BUMDes dengan PT. TPK BILQIS dan juga perusahaan lainnya.
“Mudah-mudahan tanah eks Galian C, yang saat ini cenderung tidak bermanfaat bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan program pertanian dan wisata ini, merupakan program Bupati dan Wakil Bupati Sumedang. Sehingga, kami berharap dengan dibangunnya Ekowisata Cileuksa ini, dapat mewujudkan Sumedang sebagai kota Parawisata,” tandasnya.

