“BMKG telah peringatkan bahaya banjir, namun di daerah Sumedang yang paling diwaspadai pergerakan tanah beresiko tinggi. Sebab hampir seluruh wilayah di Sumedang potensi terjadi pergerakan tanah atau bencana longsor,” tandasnya.
Joni penambahkan, banjir di Sumedang tidak begitu signifikan, tapi setiap tahun kerap kali terjadi di dua titik daratan rendah, itu pun jika instensitas hujan cukup tinggi. Seperti banjir di wilayah Cimanggung Jatinangor karena akibat saluran air tersumbat. Banjir juga terjadi di wilayah Tomo Ujungjaya akibat luapan air Sungai Cimanuk.**

