Bareng Dina… aku kembali mengunjungi temanku. Ya… melupakan mereka. Kembali dengan membawa alat kompa ban. Terlihat di wajah kedua temanku yang geram. Mungkin lama, tapi tak terasa. Jadi maaf ya… Kami menghampiri kedua temanku yang warna mukanya bercampur antara marah dan senang.
“Hey ini kompa ban”. Aku mengawali untuk mencairkan suasana.
“Dari mana saja Dim?” Tanya Yusuf.
“Rumahnya Dina. Iyakan Din?” Jawabku canda.
Anggukan dari Dina tersenyum.
“Yaudah, sini kompaanya.” Kata Obi.
Setelah semua beres…
“Din, makasih ya… bantuannya. Berkat kamu semuanya beres.” Aku berterima kasih sepenuh hati.
“Iya sama-sama… Kalian gak lanjut jalan-jalan?” Tanya Dina.
“Kami langsung pulang ke kosan Din. Sudah sore. Masih banyak tugas yang mesti dikerjakan juga.” Jawabku sambil melihat kedua temanku yang mengiyakan.
“Iya, langit mendung hujan bentar lagi…” Obi menegaskan.
“Kalo kalian kesini lagi jangan lupa mampir-mampir ya…” Kata Dina seolah-olah tertuju padaku.
“Iya, tentu. Kalo boleh ya… aku minta kontak WA Dina?” Tanyaku ragu.
“Tentu” Sahut Dina sambil tersenyum.

