Bupati Dony Tinjau Banjir Sungai Cilutung di Tomo

Banjir Sungai Cilutung

SUMEDANG – Bupati Kabupaten Sumedang, Dony Ahmad Munir, meninjau langsung lokasi banjir akibat meluapnya Sungai Cilutung di Kecamatan Tomo, Kamis (12/6/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam (11/2/2026) menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Banjir melanda tiga desa, yakni Desa Darmawangi, Desa Marongge, dan Desa Tolengas. Ketinggian air dilaporkan mencapai satu lutut hingga pinggang orang dewasa sebelum berangsur surut.

Data sementara mencatat 147 rumah terdampak di Desa Darmawangi. Di Desa Marongge, sebanyak 66 rumah turut terendam, termasuk fasilitas umum seperti masjid, posyandu, dan PAUD. Sementara itu, 160 rumah di Desa Tolengas juga terdampak luapan air.

Setelah menerima laporan kejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur Kecamatan Tomo bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi warga ke lokasi aman. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada korban jiwa.

“Terima kasih kepada BPBD dan semua pihak atas kerja keras, gerak cepat menangani banjir sebagai dampak dari luapan Sungai Cilutung. Langkah pertama kita lakukan evakuasi korban, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Alhamdulilah dalam waktu satu jam sudah surut lagi,” kata Bupati Dony.

Bupati menekankan perlunya penanganan komprehensif agar banjir serupa tidak kembali terjadi. Ia menyebut langkah jangka pendek, menengah, hingga panjang harus disusun secara terintegrasi.

Menurutnya, penanganan dari hulu menjadi kunci utama. Pemerintah daerah mendorong reboisasi di kawasan hulu dan daerah aliran sungai guna memperkuat daya serap air serta mengurangi potensi limpasan saat hujan deras.

“Dari hulunya akan dilakukan reboisasi dan dari daerah aliran sungainya ada reboisasi. Jadi kita saling menguatkan mengatasi banjir ini sebagai dampak intensitas hujan yang tinggi,” kata Bupati Dony.

Selain reboisasi, koordinasi lintas instansi juga menjadi perhatian. Bupati meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menyiapkan langkah teknis untuk penanganan hulu dan hilir sungai.

Ia juga menginstruksikan Forkopimcam, BPBD, serta dinas terkait seperti PUTR dan Perkimtan untuk menyusun konsep penanganan darurat. Konsep tersebut mencakup jalur evakuasi, prosedur tanggap cepat, dan pembagian peran saat banjir terjadi.

“Saya minta Forkopimcam, BPBD, PUTR, Perkimtan membuat konsep bagaimana kalau banjir terjadi. Jadi sudah ada pedoman kemana evakuasinya, bagaimana cara menanganinya,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Dony menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak sebagai bentuk dukungan awal. Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban masyarakat pascabanjir.

Peristiwa banjir Sungai Cilutung ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana berbasis lingkungan. Pemerintah Kabupaten Sumedang menilai intensitas hujan yang tinggi perlu diimbangi dengan pengelolaan tata ruang dan konservasi daerah aliran sungai yang berkelanjutan.