Sehari Jelang Ramadan, Alun-alun Sumedang Dibersihkan

Alun-alun Sumedang

KORSUM – Alun-alun Sumedang dibersihkan sehari menjelang Ramadan 2026. Ruang publik yang menjadi pusat aktivitas warga itu dipersiapkan agar tetap nyaman saat memasuki bulan puasa. Setiap sore selama Ramadan, lokasi tersebut kerap dipadati warga yang ngabuburit.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi lantai batu alun-alun dipenuhi noda minyak. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan makanan meninggalkan bekas gorengan di beberapa titik. Sampah plastik dan sisa kemasan juga terlihat di sekitar area duduk.

Pemerintah Kabupaten Sumedang merespons kondisi itu dengan menggelar aksi bersih-bersih pada Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang.

Petugas menyemprot lantai menggunakan air bertekanan tinggi untuk menghilangkan noda minyak yang menempel di batu andesit. Sejumlah personel lain mengumpulkan sampah dan membersihkan saluran air di sekitar kawasan tersebut.

“Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa adanya kesadaran dari warga. PKL yang berjualan harus ikut menjaga kebersihan fasilitas publik. Kita jaga bersama sehingga semua nyaman,” kata Bupati Dony.

Penataan PKL dan Ketertiban

Alun-alun Sumedang selama ini menjadi magnet ekonomi informal, terutama saat Ramadan. Pedagang makanan dan minuman memanfaatkan keramaian untuk meningkatkan penjualan. Namun, lonjakan aktivitas itu kerap memicu persoalan kebersihan dan ketertiban.

Bupati Dony menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pedagang. Ia meminta para PKL tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga bertanggung jawab atas dampak aktivitasnya terhadap fasilitas publik.

Selain kebersihan, aspek ketertiban turut menjadi sorotan. Trotoar dan akses masuk kawasan alun-alun harus tetap terbuka bagi pejalan kaki. Pemerintah daerah ingin memastikan ruang publik tersebut aman dan nyaman bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.

Bupati Dony meminta petugas Satpol PP bersikap tegas untuk bisa menjaga keamanan, ketertiban keindahan Alun-alun Sumedang. “Saya tugaskan Satpol PP menjaga keamanan, ketertiban dan keindahan dan PKL ditata dengan baik. Tidak boleh menghalangi trotoar dan jalan masuk. Jangan sampai minyaknya berserakan ke jalan,”tegasnya

Instruksi itu menandai komitmen pemerintah daerah dalam menata kawasan strategis kota. Satpol PP akan melakukan pengawasan rutin, terutama pada jam-jam ramai menjelang berbuka puasa.

Ruang Publik dan Ramadan

Alun-alun Sumedang memiliki fungsi sosial yang penting. Selain menjadi ruang interaksi warga, kawasan ini juga menjadi simbol identitas kota. Saat Ramadan, intensitas kunjungan meningkat signifikan karena warga memanfaatkan waktu menjelang magrib untuk bersantai, berburu takjil, atau berkumpul bersama keluarga.

Kondisi kebersihan menjadi faktor krusial dalam menjaga kenyamanan. Noda minyak dan sampah yang dibiarkan berpotensi merusak estetika sekaligus membahayakan pengunjung. Permukaan lantai yang licin dapat meningkatkan risiko terpeleset.

DLHK Sumedang menyatakan akan memperkuat patroli kebersihan selama Ramadan. Petugas kebersihan dijadwalkan bekerja lebih intensif pada sore hingga malam hari. Pemerintah daerah juga mendorong PKL menyediakan tempat sampah mandiri di setiap lapak.

Kesadaran Kolektif

Upaya bersih-bersih Alun-alun Sumedang menjelang Ramadan tidak sekadar kegiatan simbolik. Pemerintah daerah ingin membangun kesadaran kolektif bahwa ruang publik merupakan tanggung jawab bersama.

Bupati Dony menegaskan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga fasilitas kota. Tanpa keterlibatan masyarakat, pengawasan dan penindakan tidak akan berjalan efektif.

Dengan penataan dan pengawasan yang konsisten, Alun-alun Sumedang diharapkan tetap menjadi ruang publik yang bersih, tertib, dan ramah selama Ramadan. Pemerintah daerah menargetkan kawasan tersebut dapat menampung aktivitas warga tanpa mengorbankan kenyamanan dan estetika kota.