Bendung Cariang Dibangun Permanen, Irigasi 1.603 Hektare Sawah Ujungjaya Dipulihkan

Bendung Cariang Ujungjaya

SUMEDANG, 14 Januari 2026 – Harapan panjang petani di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, mulai menemukan titik terang. Pemerintah memulai pembangunan Bendung Cariang secara permanen setelah beberapa tahun terakhir infrastruktur irigasi tersebut mengalami kerusakan akibat jebol, yang berdampak langsung pada pasokan air pertanian.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung lokasi Bendung Cariang yang berada di Desa Ujungjaya, Rabu (14/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan bendung berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan kepastian kepada petani terkait keberlanjutan pasokan air selama masa konstruksi.

Bendung Cariang memiliki peran vital dalam sistem irigasi pertanian di wilayah timur Kabupaten Sumedang. Infrastruktur ini mengairi 1.603 hektare lahan sawah yang tersebar di enam desa di Kecamatan Ujungjaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan bendung menyebabkan distribusi air tidak optimal dan mengganggu aktivitas pertanian warga.

“Dari Bendung Cariang ini mengairi irigasi seluas 1.603 hektare sawah yang mencakup enam desa. Beberapa tahun ke belakang bendung ini jebol, dan alhamdulillah mulai tahun ini dibangun secara permanen,” ujar Dony di lokasi, Rabu (14/1/2026).

Saat ini, pembangunan Bendung Cariang telah memasuki tahap persiapan konstruksi, ditandai dengan proses perakitan besi sebagai bagian dari struktur utama bendung. Proyek strategis tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp64 miliar dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Pemerintah menargetkan badan bendung selesai pada tahun pertama, sehingga fungsi utama pengaturan air dapat segera dioptimalkan.

Meski pembangunan tengah berlangsung, Bupati menegaskan bahwa kebutuhan air petani tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan distribusi air untuk musim tanam tetap tersedia dan tidak terhenti akibat proses konstruksi.

Berdasarkan koordinasi dengan PSDA Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, aliran air irigasi tetap dijaga melalui sistem kisdam atau tanggul sementara. Skema tersebut diterapkan agar petani tetap dapat menanam pada musim tanam kedua dan ketiga.

“Insya Allah di musim tanam kedua dan ketiga, air tetap mengalir ke irigasi Cariang. Mohon maaf bila belum maksimal karena sedang pembangunan. Biasanya memang belum nyaman, tapi setelah selesai manfaatnya jangka panjang,” katanya.

Bupati Dony menilai pembangunan Bendung Cariang sebagai jawaban atas aspirasi lama masyarakat Ujungjaya. Permintaan perbaikan bendung telah disampaikan selama bertahun-tahun oleh petani dan pemerintah desa, mengingat peran vital infrastruktur tersebut terhadap keberlanjutan sektor pertanian.

Ia optimistis keberadaan bendung permanen akan membawa perubahan signifikan terhadap produktivitas pertanian. Dengan sistem irigasi yang lebih andal dan stabil, sawah di wilayah Ujungjaya diharapkan mampu panen hingga tiga kali dalam setahun.

“Kalau sawah bisa panen tiga kali, pendapatan petani meningkat, kesejahteraan naik, lapangan kerja bertambah, pengangguran berkurang, dan tentu mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Selain berdampak pada petani, pembangunan Bendung Cariang juga diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Aktivitas pertanian yang lebih intensif dinilai akan mendorong perputaran ekonomi desa, memperkuat sektor pendukung, serta menciptakan peluang kerja baru di kawasan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Bendung Cariang. Kolaborasi lintas pemerintahan dinilai menjadi kunci terwujudnya proyek strategis tersebut.

“Inilah persembahan pemerintah untuk masyarakat Kecamatan Ujungjaya. Mari kita dukung bersama, doakan agar Bendung Cariang segera selesai dan benar-benar bermanfaat bagi petani,” pungkasnya.