Sosial  

Bansos Dari Provinsi Jabar Untuk Pelaku Seniman, Pariwisata dan Ekrap, Disoal

SUMEDANG, KORSUM.ID – Belum lama ini, Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintahan Provinsi Jawa Barat kaitan dengan Covid-19, menuai berbagai pertanyaan, karena bansos tersebut dipandang tidak tepat sasaran dan juga tidak semuanya bisa mengakses, jadi terkesan tebang pilih.

Kaitan hal tersebut, dikonfirmasi Ketua Kelompok Penggerak Parawisata (Kompepar) Sumedang Deden Absurd mengatakan bahwa Bansos dari Provinsi Jawa Barat itu seolah-olah tebang pilih artinya tidak tepat sasaran.

“Mengamati program bansos yang terjadi di propinsi Jawa Barat dan kabupaten. Sepertinya akan membuat penyakit darah rendah menjadi sembuh dan berganti darah tingi,” katanya, Rabu (1/12/21).

Dengan adanya kesimpang siuran, kata dia, antara pihak penyelengara bansos Covid-19 dan para penerima bantuan karena terkesan acak datar dan tidak teliti dalam mendata para penerima bantuan sesuai dengan keadaan.

“Seperti apa yang layak mendapatkanya dan tidak. Orang yang bener-bener perlu bantuan tidak menerima, sementara, yang dipandang mampu mendapatkan bantuan, hal itu disebut Polemik Kemanusian,” ujarnya.

Masih kata Deden, Pentingnya pihak pemerintah harus tertib dalam mendata semua elemen masyarakat apalagi mengenai propesi, seniman, budayawan, juru kunci, dan lain-lain.

“Banyak yang tidak mengerti harus seperti apa mereka mengaspirasikan hak-haknya, dan ini akan menjadi kecemburuan yang berujung kepada ketidak percayaan terhadap pemerintahan,” jelasnya.

Dia menambahkan, pesan dirinya sebagai bagian dari wakil masyarakat penggerak pariwisata menyampaikan, Sing Baleneur Di Gawe Teh Da Di Gajih (harus benar kalau bekerja itu karena mendapatkan gaji).

“Ingat kita sebagai sesama manusia haruslah berlaku, berpikir seperti manusia karena bukan mesin”. Pungkasnya.