SUMEDANG, 27 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai memantapkan arah pembangunan daerah untuk tahun 2027. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa agenda pembangunan ke depan tidak bisa lagi berjalan secara konvensional, melainkan harus bersifat kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal secara optimal.
Penegasan tersebut disampaikan Dony saat memimpin Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumedang Tahun 2027 yang digelar di Ruang Kerja Bupati, Selasa (27/1/2026). Forum ini menjadi ruang awal untuk menyamakan persepsi arah kebijakan sebelum dokumen perencanaan difinalkan.
Dalam arahannya, Dony mendorong seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, Sumedang perlu bergerak menuju zona kompetitif dengan mengakselerasi transformasi digital, memperkuat reformasi birokrasi, serta membangun ekonomi daerah yang bertumpu pada kekuatan lokal.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak bisa dijalankan pemerintah semata. Pendekatan pentahelix—yang melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat—dinilai sebagai kunci agar program pembangunan berjalan terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor, kata Dony, menjadi prasyarat untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Sejumlah fokus strategis turut disampaikan dalam forum tersebut. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, modernisasi sektor pertanian, serta pengembangan pariwisata yang berakar pada kearifan lokal.
Dony juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi daerah. Ia mendorong agar kebutuhan dasar masyarakat mulai dari pangan, hasil pertanian dan peternakan, hingga produk UMKM—dapat dipenuhi dari produksi masyarakat Sumedang sendiri. Pendekatan ini dipandang sebagai fondasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Di sisi infrastruktur, optimalisasi aset daerah menjadi perhatian. Dony menginstruksikan agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat difungsikan secara maksimal. Salah satu target yang ditekankan adalah kondisi jalan kabupaten yang diharapkan mencapai 100 persen mantap paling lambat pada 2027.
Menutup arahannya, Dony mengajak seluruh pemangku kepentingan menumbuhkan rasa memiliki terhadap proses pembangunan. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah membutuhkan kepedulian bersama agar Sumedang terus dirawat, dikembangkan, dan dijaga secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumedang, Sajidin, menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik memiliki posisi strategis dalam siklus perencanaan daerah. FKP menjadi sarana untuk memastikan pembangunan berjalan partisipatif, terukur, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Sajidin, forum tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah Kick Off Penyusunan RKPD Tahun 2027 yang dilaksanakan pada 23 Desember 2025. Melalui FKP, pemerintah daerah menyampaikan tema pembangunan, memetakan isu strategis, serta merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan yang akan menjadi dasar kebijakan ke depan.
Ia menambahkan bahwa masukan dari masyarakat dan seluruh unsur pentahelix sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD. Partisipasi aktif dinilai penting agar dokumen perencanaan yang dihasilkan tidak hanya berkualitas secara administratif, tetapi juga implementatif dan memberi dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Sumedang.

