340 Atlet Sumedang Gaspol Tes Fisik Menuju Porprov 2026

Tes fisik atlet Sumedang Porprov Jabar 2026

SUMEDANG – Sebanyak 340 atlet dari 40 cabang olahraga mulai menjalani tes fisik sebagai langkah awal menuju Porprov XV Jawa Barat. Tahapan ini menjadi proses seleksi awal untuk menentukan siapa saja yang layak memperkuat kontingen Kabupaten Sumedang di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Tes fisik calon atlet dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, di UPI Kampus Sumedang, Rabu (11/2/2026). Pemerintah daerah memposisikan agenda ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan atlet tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga fisik dan mental.

Porprov XV Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026. Sejumlah daerah akan menjadi tuan rumah, yaitu Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, serta Kabupaten Sumedang sebagai tuan rumah pendukung. Artinya, Sumedang bukan cuma ikut bertanding, tapi juga ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan.

Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa tes fisik bukan sekadar seremoni pembuka. Ia menyebut proses ini sebagai fondasi penting dalam pembinaan atlet jangka panjang.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada UPI Kampus Sumedang yang telah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan tes ini, baik dalam penyediaan sarana dan prasarana maupun tenaga penguji yang profesional,” ujarnya.

Menurut Fajar, kesiapan fisik menjadi syarat utama untuk bersaing di level Porprov. Karena itu, pengukuran dilakukan secara menyeluruh dan terukur, mulai dari daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, hingga ketangguhan mental. Semua data dikumpulkan secara profesional agar pelatih memiliki gambaran objektif mengenai kondisi atlet.

Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun program latihan lanjutan. Dengan pendekatan berbasis pengukuran, pembinaan tidak lagi sekadar mengandalkan insting atau pengalaman, tetapi juga analisis yang sistematis.

Fajar juga menyinggung capaian Sumedang pada Porprov sebelumnya. Saat itu, kontingen berhasil masuk 20 besar dengan raihan 13 medali emas, 16 medali perak, dan 25 medali perunggu. Hasil tersebut menjadi pijakan sekaligus motivasi untuk tampil lebih baik pada edisi 2026.

“Ikuti tes ini dengan sungguh-sungguh, Tes fisik ini jangan dianggap sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan bagi kalian untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Saya yakin Sumedang akan dapat meraih prestasi yang lebih baik pada Porprov XV Jawa Barat 2026,”ujarnya.

Ia menegaskan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh bakat alami. Disiplin, konsistensi latihan, serta manajemen pola hidup menjadi faktor penentu.

“Kalian harus pintar dalam menjaga fisik dan mentalitas. Disiplin dalam latihan, pola makan, istirahat, serta menjaga fokus adalah kunci untuk menjadi atlet yang tangguh dan berdaya saing.Teruslah berprestasi dan buktikan bahwa atlet Sumedang mampu bersaing serta membawa kebanggaan bagi daerah,” pungkas Fajar.

Tes fisik ini juga masuk dalam strategi jangka panjang pembinaan olahraga di Sumedang. Pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sumedang (KONI) terus memperkuat sistem seleksi berbasis data. Pendekatan ini dinilai mampu memetakan potensi atlet secara lebih akurat dan transparan.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan kerja sama antara KONI Kabupaten Sumedang dan UPI Kampus Sumedang. Kolaborasi tersebut mempertegas komitmen kedua pihak dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet melalui dukungan akademik dan sport science.

Kerja sama ini mencakup pemanfaatan fasilitas kampus, pendampingan tenaga ahli, serta evaluasi berkala terhadap perkembangan atlet. Pendekatan ilmiah menjadi poin penting agar program latihan memiliki dasar riset dan pengukuran yang jelas.

Dengan total 340 atlet yang mengikuti tes fisik, Sumedang menunjukkan keseriusan menatap Porprov XV Jawa Barat 2026. Proses ini menjadi pintu awal menuju seleksi yang lebih ketat sebelum penetapan nama atlet definitif dalam kontingen.

Prestasi di Porprov bukan hanya soal medali. Keberhasilan atlet juga membawa dampak pada kebanggaan daerah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga. Karena itu, pembinaan yang terstruktur dan disiplin kolektif menjadi kunci utama.

Menuju November 2026, waktu persiapan masih cukup panjang. Namun, langkah awal sudah dimulai lewat tes fisik atlet Sumedang untuk Porprov Jabar 2026. Momentum ini menjadi penanda bahwa Sumedang siap bersaing dan menargetkan posisi yang lebih tinggi di tingkat provinsi.