Biaya direncanakan sekitar Rp 632 juta yang terdiri dari biaya operasional sekitar Rp 453 juta dan biaya non operasional sekitar Rp 801 juta serta biaya lain-lain non operasional sekitar Rp 178 juta. Adapun biaya tersebut diperkirakan 36,84% dari pendapatan yang akan diperoleh.
Angka tersebut, jelas Ade, relatif lebih besar dibanding realisasi biaya tahun lalu yang mencapai Rp 545 juta ada peningkatan sekitar 16% dibanding tahun lalu. Penyumbang biaya terbesar ada di pos lain-lain non operasional yaitu sekitar Rp 178 juta.
Meliputi biaya IPTW, Reward kelompok, biaya rakord gabungan dan lain-lain. Biaya penyusutan investasi sekitar Rp 28 juta pertahun masih dirasakan cukup besar karena ditunjang biaya penyusutan gedung yang cukup tinggi sekitar Rp 13 juta pertahun.**
indang

